Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu jenis kanker yang menjadi momok bagi perempuan ialah kanker serviks atau kanker leher rahim. Padahal, sebenarnya kanker ini bisa dicegah.
"Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV dan IVA test/pap smear," kata Ketua Umum Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia (HOGI) Andrijono dalam diskusi virtual belum lama ini.
Kanker serviks terjadi ketika sel-sel kanker berkembang di leher rahim, pintu masuk rahim dari vagina. Kanker yang diakibatkan infeksi human papilloma virus (HPV) ini berada di peringkat kedua kasus kanker tertinggi di Indonesia.
Baca juga : Satu Dosis Vaksin HPV Sudah Cukup untuk Perempuan Muda, WHO Ubah Rekomendasi
Vaksinasi HPV membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV sehingga memiliki kekebalan terhadap virus HPV yang berisiko tinggi sebabkan kanker serviks. Oleh karena itu, vaksinasi HPV penting dilakukan sedini mungkin.
"Tidak hanya kaum perempuan, kaum pria pun dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HPV sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus tersebut," kata dia.
Melalui program vaksinasi HPV, sebut Andrijono, Australia berhasil menurunkan insiden kanker hingga 40% setelah memulai program vaksinasi HPV nasional sejak 2007.
Baca juga : Keengganan Masyarakat Berikan Anak Vaksin HPV Masih Jadi Tantangan
Bagaimana dengan Indonesia? Andrijono mengungkapkan, dari keseluruhan kasus kanker serviks baru yang ditemukan di Indonesia, diketahui lebih dari 80% sudah pada stadium lanjut. "Pada kondisi ini, pengobatannya menjadi lebih sulit, lebih mahal, serta tingkat keberhasilan juga menurun," imbuhnya.
Data Globocan 2020 menyebutkan kasus kanker leher rahim di Indonesia sebanyak 9,2% dari total kasus kanker. Sedikitnya 50 perempuan di Indonesia meninggal dunia setiap harinya akibat kanker serviks.
Ketua Umum dan Pendiri Cancer Information and Support Center (CISC) Aryanthi Baramuli Putri mengatakan kanker serviks paling banyak diidap orang yang berada di usia produktif, yakni 35-55 tahun. Karena itu, ia menekankan pentingnya deteksi dini dan pemberian vaksin HPV sebagai investasi penting bagi bangsa ini ke depan.
Baca juga : Cegah Kanker Serviks, 90% Anak Perempuan Di Bawah 15 Tahun Harus Divaksin HPV
Dalam kesempatan terpisah, dokter Kandungan dan Kebidanan Subspesialis Onkologi RS Universitas Indonesia, Dr dr Hariyono Winarto, SpOG (K), menyampaikan vaksinasi HPV sebaiknya diberikan ke anak perempuan sejak dini.
"Usia 9-10 tahun sudah bisa divaksinasi," katanya dalam Instagram Live Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, beberapa waktu lalu.
Pasalnya, sambung Hariyono, sistem imunitas anak-anak lebih baik ketimbang orang dewasa. Untuk dosis vaksin diberikan selama dua kali. Setelah dewasa, vaksinasi HPV harus diberikan sebanyak tiga kali.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Peneliti University of Waterloo merekayasa bakteri Clostridium sporogenes untuk mengonsumsi tumor. Gunakan sistem "sirkuit DNA" agar aman bagi tubuh.
Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Program vaksinasi PMK juga dilakukan secara serentak dalam dua periode secara nasional.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved