Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH vaksin kanker berbasis mRNA memperlihatkan hasil yang luar biasa. Vaksin ini berhasil mengecilkan bahkan memusnahkan tumor pada tikus.
Temuan ini memberikan harapan baru dengan munculnya vaksin kanker universal. Vaksin tersebut dapat langsung digunakan tanpa perlu penyesuaian khusus pada masing-masing pasien.
Para ilmuwan mengembangkan vaksin kanker berbasis mesengge RNA (mRNA) yang mampu melatih sistem kekebalan menyerang tumor. Vaksin ini bekerja dengan memberikan “cetakan” genetik untuk memproduksi protein tertentu dalam tubuh.
Protein ini merangsang sistem kekebalan agar mengenali dan menyerang ancaman, termasuk sel kanker. Dengan cara ini, tubuh dilatih melawan tumor yang biasanya sulit diatasi, membawa peneliti lebih dekat pada vaksin universal.
Para peneliti mengungkapkan bahwa keberhasilan vaksin ini tidak bergantung pada penargetan protein spesifik pada tumor. Vaksin justru memacu sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi seolah menghadapi virus, meningkatkan aktivitas sel imun.
Proses ini juga memicu ekspresi protein PD-L1 di tumor, membuat sel kanker lebih sensitif terhadap obat imunoterapi tambahan.
Elias Sayour, MD, Ph.D., seorang dokter spesialis onkologi pediatrik UF Health, menyebut penemuan ini membuka paradigma baru dalam pengobatan kanker.
Vaksin mRNA nonspesifik mampu memberikan efek spesifik pada berbagai jenis tumor. Temuan tersebut membuka alternatif dari pembedahan, kemoterapi, atau radiasi yang sering melemahkan pasien.
Duane Mitchell, Pemimpin Institut Sains Klinis dan Translasional UF dan salah satu direktur Pusat Terapi Tumor Otak Preston A. Wells Jr. di UF, menjelaskan studi ini memperkenalkan paradigma ketiga dalam pengembangan vaksin kanker.
Pendekatan ini terbukti dapat memicu respons antikanker yang signifikan pada pasien. Selain itu, metode ini berpotensi dikembangkan secara luas, bahkan menjadi vaksin siap pakai. Selama lebih dari delapan tahun, Sayour memimpin pengembangan vaksin antikanker canggih dengan memadukan nanopartikel lipid dan mRNA.
Vaksin ini dibuat dengan teknologi yang serupa dengan vaksin covid-19, namun tidak difokuskan pada protein lonjakan virus. Fokusnya adalah mengaktifkan sistem imun secara luas.
Dalam uji coba, hasil yang signifikan teramati pada tikus dengan melanoma, serta kanker kulit, tulang, dan otak. Beberapa model tikus bahkan tumor hilang sepenuhnya setelah vaksinasi.
Menurut Duane Mitchell, vaksin ini berpotensi membangkitkan respons imun universal terhadap kanker. Vaksin dapat memperkuat efek imunoterapi atau bekerja sendiri melawan tumor yang sulit diobati.
Keberhasilan pada tikus menjadi dasar kuat untuk melanjutkan uji klinis pada manusia.
Saat ini, tim Universitas Florida menyempurnakan formulasi vaksin untuk memastikan efektivitas dan keamanan. Jika berhasil, vaksin mRNA universal bisa menjadi terobosan baru, menghadirkan pengobatan kanker yang lebih cepat dan aman. (sciencedaily/Z-2)
KECANTIKAN sejati bagi seorang wanita sering kali didefinisikan melalui pantulan cermin. Namun, esensi sebenarnya terletak pada pancaran empati dan kekuatan dari dalam hati.
Angka kematian akibat kanker di Indonesia tercatat masih 234.000 kasus tiap tahun, dengan kasus tertinggi kanker payudara yang menurut Globocan 2020 tercatat 66.000 kasus.
PENYANYI Alika Islamadina menerapkan pola hidup yang lebih sehat setelah menjadi caregiver (perawat) bagi ibunya yang mengalami kanker.
Pasien sering datang dengan kondisi umum yang sudah menurun sehingga mempersulit proses tindakan dan pemulihan.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
Kemajuan teknologi medis saat ini menawarkan tingkat kesembuhan yang tinggi, asalkan masyarakat memiliki keberanian untuk melakukan deteksi dini kanker.
Miom dan polip itu sebenarnya kalau enggak bergejala tidak perlu diapa-apakan, karena memang dia tumor jinak ya, enggak berbahaya.
Jangan abaikan jika Anda sering merasa kelelahan, sakit kepala berat, atau mengalami gangguan penglihatan tanpa sebab yang jelas.
Tumor tersebut terdeteksi selama pemindaian ultrasonografi rutin, yang menunjukkan massa perut yang luar biasa besar.
Studi terbaru menemukan jalur metabolisme penting pada kanker anak langka MPNST yang dapat dijadikan target terapi baru.
Ilmuwan dari University of Illinois kembangkan teknologi MRI metabolik super cepat yang dapat membedakan otak sehat dari tumor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved