Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Tiga Prajurit Gugur, Pemerintah Pastikan Proses Pemulangan Lancar

Ferdian Ananda Majni
03/4/2026 08:45
Tiga Prajurit Gugur, Pemerintah Pastikan Proses Pemulangan Lancar
Warga melintas di dekat karangan bunga dukacita saat melayat di kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, D.I Yogyakarta, Selasa (31/2/2026).(Antara/Andreas Fitri Atmoko)

PEMERINTAH Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) memastikan proses pemulangan tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur di Libanon akan dilakukan secara maksimal di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.

Ketiga prajurit tersebut gugur dalam serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026. Pemerintah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian mereka yang tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Pada 2 April 2026, upacara pelepasan dan penghormatan jenazah telah dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia.

Dalam keterangannya, pemerintah menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa guna memastikan proses repatriasi berjalan lancar.

"Dalam suasana penuh keprihatinan ini, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar," demikian pernyataan Kemenlu RI dilansir Jumat (3/4).

Pemerintah menargetkan pemulangan jenazah dapat dilakukan dalam pekan pertama April 2026, meskipun kondisi di lapangan masih penuh tantangan.

Proses repatriasi dari wilayah konflik dinilai tidak mudah. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut menuju Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam. Namun, meningkatnya intensitas kontak senjata, termasuk serangan di wilayah Libanon selatan, membuat mobilitas menjadi terbatas dan berisiko tinggi.

"Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam. Namun, saat ini, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Libanon Selatan, tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan," lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur.

"Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan," tegas Kemenlu RI.

Adapun tiga prajurit yang gugur ialah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Mereka merupakan bagian dari misi penjaga perdamaian Indonesia di Libanon.

Pengabdian ketiganya dinilai sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Pemerintah juga menyampaikan bahwa dukungan dan ucapan belasungkawa dari berbagai pihak internasional menjadi bukti pengakuan atas kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian global.

Doa dan dukungan masyarakat Indonesia diharapkan terus mengiringi proses pemulangan para prajurit, sebagai penghormatan atas jasa mereka bagi bangsa dan dunia internasional. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya