Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Donald Trump Ancam Hancurkan Kilang Minyak Iran jika Negosiasi Gagal

Irvan Sihombing
31/3/2026 12:54
Donald Trump Ancam Hancurkan Kilang Minyak Iran jika Negosiasi Gagal
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Antara/Anadolu Ajansi)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras akan menghancurkan seluruh infrastruktur energi dan pembangkit listrik Iran jika kesepakatan diplomatik tidak segera tercapai. 

Meski mengeklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik Amerika-Israel dengan Teheran, Trump menegaskan bahwa AS siap mengambil tindakan militer ekstrem apabila Selat Hormuz tidak segera dibuka bagi aktivitas bisnis.

“Jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, meskipun kemungkinan besar akan tercapai, dan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk urusan bisnis, kami akan mengakhiri sikap diam kami di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua pembangkit listrik mereka, sumur minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!),” tulis Trump di Truth Social pada Senin (30/3/2026) waktu setempat.

Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Langsung

Sebelumnya, Iran menegaskan tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika. Kontak terbaru hanya berupa pesan yang disampaikan melalui perantara. Negara-negara kawasan, termasuk Pakistan, Turki, dan Mesir, berupaya menjadi penengah untuk mencapai kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan Islamabad bersedia menjadi tuan rumah pembicaraan. Trump menambahkan, pembicaraan tidak langsung yang dilakukan melalui utusan Pakistan menunjukkan kemajuan. “Kesepakatan bisa dicapai dengan cukup cepat,” ujarnya.

Serangan udara Amerika-Israel pada 28 Februari lalu menewaskan 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi “tuan rumah” aset militer Amerika.

Serangan balasan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (Anadolu/Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya