Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif, Senin (25/8), yang memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth membentuk unit khusus di Garda Nasional. Unit ini akan dilatih dan diperlengkapi khusus untuk menangani gangguan ketertiban umum di berbagai wilayah AS.
Dalam perintah tersebut, Hegseth diminta memastikan setiap negara bagian memiliki personel Garda Nasional Darat maupun Udara yang siap membantu aparat lokal menanggulangi kerusuhan dan menjaga keamanan publik. Ia juga ditugaskan menyiapkan pasukan reaksi cepat yang bisa dikerahkan secara nasional dalam waktu singkat.
Namun, sejumlah pakar menilai kebijakan ini masih menyisakan pertanyaan, terutama terkait kewenangan komando jika gubernur negara bagian tidak setuju pengerahan pasukan. “Tampak sangat performatif. Detail tentang bagaimana pasukan ini akan digunakan masih kabur,” kata Rachel VanLandingham, pakar hukum militer di Southwestern Law School.
Langkah ini menambah kekhawatiran Trump berupaya memanfaatkan Garda Nasional untuk kepentingan politik, terutama di kota-kota yang dipimpin Partai Demokrat. Beberapa waktu lalu, Hegseth juga telah mengizinkan pasukan Garda Nasional di Washington, DC, untuk membawa senjata, termasuk pistol M17 dan senapan M4, meski hanya untuk perlindungan diri.
Trump bahkan membuka kemungkinan memperluas pengerahan ke kota lain seperti Chicago, dengan atau tanpa persetujuan gubernur. “Mereka butuh bantuan. Chicago sangat membutuhkan. Cukup lihat statistik kejahatannya,” kata Trump.
Langkah Trump menuai kritik keras, termasuk dari Senator Demokrat Tammy Duckworth asal Illinois. “Trump kembali mencoba mempolitisasi militer kita demi kepentingannya sendiri. Itu berbahaya, tidak Amerika, dan tidak seharusnya terjadi di kota mana pun,” ujarnya.
Perintah eksekutif ini juga berkaitan dengan program “beautifikasi” Washington, DC, yang digagas Trump sejak Maret lalu. Selain menjaga ketertiban, pasukan Garda Nasional ditugaskan membantu membersihkan ruang publik, termasuk menutupi grafiti, mengangkat sampah, dan merapikan kawasan sekitar monumen.
Saat ini lebih dari 2.200 personel Garda Nasional dikerahkan di ibu kota, sebagian besar berasal dari negara bagian berhaluan Republik. (CNN/Z-2)
Gubernur Minnesota Tim Walz mengecam keras penembakan perempuan oleh agen ICE. Ia menyiagakan Garda Nasional dan menolak pengerahan pasukan federal ke wilayahnya.
Mahkamah Agung AS menolak otorisasi Presiden Donald Trump untuk mengerahkan Garda Nasional guna melindungi agen ICE di Chicago.
Pemerintah AS menangguhkan sementara semua proses imigrasi warga Afghanistan setelah insiden penembakan dekat Gedung Putih.
Sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Wali Kota Washington DC, pemimpin Senat dan DPR, mengecam penembakan yang melukai dua anggota Garda Nasional.
Dua anggota Garda Nasional ditembak dalam patroli di Washington DC. Polisi menyatakan hanya satu pelaku yang terlibat.
Dua prajurit Garda Nasional ditembak dekat Gedung Putih dan berada dalam kondisi kritis. Seorang tersangka ditahan.
Presiden Trump menegaskan dirinya memegang kendali atas Venezuela pasca-penangkapan Maduro. Pentagon ungkap detail keterlibatan 200 personel elit dalam penggerebekan di Caracas.
Anggota parlemen AS menekan pemerintahan Trump agar merilis video serangan “double-tap” 2 September dengan membatasi anggaran perjalanan Menhan Pete Hegseth.
Sejumlah anggota Kongres AS menegaskan Menhan Pete Hegseth tidak memberi perintah “kill them all” dalam serangan kedua di Karibia.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan tidak melihat korban selamat sebelum serangan lanjutan terhadap kapal yang diduga digunakan untuk narkoba di Karibia.
Gedung Putih mengonfirmasi komandan Angkatan Laut AS memerintahkan serangan kedua terhadap kapal narkoba Venezuela.
Nicolas Maduro menegaskan Venezuela tidak akan menerima “perdamaian budak” di tengah tekanan militer AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved