Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

AS Kecewa NATO Tolak Bantu Operasi Militer di Iran, Rubio: Akan Kami Tinjau Ulang

Basuki Eka Purnama
31/3/2026 08:42
AS Kecewa NATO Tolak Bantu Operasi Militer di Iran, Rubio: Akan Kami Tinjau Ulang
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio(AFP/Mark Schiefelbein)

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, meluapkan kekecewaannya atas sikap negara anggota NATO yang menolak membantu Washington dalam operasi militer melawan Iran. Rubio menegaskan bahwa komitmen aliansi tersebut akan menjadi bahan evaluasi serius setelah konflik berakhir.

Kritik Terhadap Hubungan Satu Arah

Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Rubio menyoroti ketimpangan peran dalam aliansi militer tersebut. Ia mempertanyakan nilai strategis NATO bagi AS jika dukungan logistik, seperti akses pangkalan, justru dihambat saat dibutuhkan.

"Jika NATO hanya berarti kami membela Eropa ketika mereka diserang, tetapi mereka menolak memberikan hak penggunaan pangkalan saat kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang baik. Sulit bagi kami untuk tetap terlibat dan mengatakan bahwa ini menguntungkan bagi Amerika Serikat," ujar Rubio.

Meski tetap menyatakan dukungannya terhadap keberadaan NATO karena memberikan AS pengaruh dan kemampuan operasi global, Rubio memperingatkan bahwa Washington tidak akan tinggal diam jika akses strategis ditolak dalam masa konflik. 

Respons Keras Donald Trump

Senada dengan Rubio, Presiden Donald Trump sebelumnya juga melontarkan kritik tajam pada 17 Maret lalu. Trump menyebut keputusan NATO untuk tidak terlibat dalam kampanye militer di Iran sebagai "kesalahan yang sangat bodoh."

Trump menilai sikap mayoritas negara anggota tersebut membuktikan bahwa NATO telah menjadi "jalan satu arah" yang hanya menguntungkan pihak tertentu.

"Presiden [Donald Trump] dan negara kita harus meninjau kembali semua ini setelah operasi ini selesai," tambah Rubio menekankan kembali posisi pemerintah.

Washington menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran awalnya dianggap sebagai ujian loyalitas bagi para anggota aliansi. 

Dengan penolakan ini, Trump mengklaim bahwa bantuan dari NATO kini tidak lagi dibutuhkan dan AS tidak akan melupakan sikap sekutunya tersebut. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya