Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

UNIFIL dari Indonesia jadi Target Israel, Menlu Kecam Serangan Pasukan Zionis di Libanon

Cahya Mulyana
30/3/2026 20:25
UNIFIL dari Indonesia jadi Target Israel, Menlu Kecam Serangan Pasukan Zionis di Libanon
Menlu Sugiono.(MGN)

MENTERI Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan kecaman keras terhadap serangan Israel ke Libanon selatan menyusul gugurnya seorang personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon (UNIFIL).

“Kami mengecam keras insiden ini dan juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Libanon selatan,” kata dia dalam pernyataan pers di sela-sela kunjungannya ke Tokyo, Senin (30/3), sebagaimana rekaman suara yang diterima di Jakarta.

Ia menyerukan semua pihak agar melakukan deeskalasi dan kembali ke meja perundingan demi membahas perdamaian. Terlebih, apa yang terjadi di wilayah Libanon selatan dalam kurun waktu sebulan terakhir ini membawa dampak luar biasa besar bagi banyak orang.

Sugiono juga menyoroti inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang telah menawarkan dirinya menjadi mediator sehingga upaya-upaya yang mengarah kepada deeskalasi dan gencatan senjata bisa dilakukan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebelumnya menegaskan kecaman atas serangan Israel ke wilayah Libanon selatan serta menyerukan semua pihak menghormati kedaulatan Libanon dan mengakhiri serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.

Melalui keterangan tertulisnya di media sosial, Senin, Kemlu RI menyerukan agar keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB dihormati sesuai hukum internasional.

“Serangan apapun terhadap pasukan perdamaian tak dapat diterima dan merongrong upaya bersama menjaga perdamaian dan stabilitas,” ujar Kemlu RI.

Personel TNI di UNIFIL dilaporkan menjadi korban dalam serangan artileri yang mengenai pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit Al-Qusyar di Libanon selatan, Minggu (29/3) waktu setempat.

Praka Farizal Rhomadhon dipastikan gugur dalam peristiwa tersebut, sementara tiga personel TNI lainnya atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka-luka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah pada Senin memastikan bahwa ketiga personel yang terluka telah dievakuasi ke fasilitas medis, dengan Praka Rico yang mengalami luka berat diungsikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya