Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Bitcoin Terkoreksi usai Kebijakan Baru The Fed, ini Analisisnya

Media Indonesia
21/3/2026 22:44
Bitcoin Terkoreksi usai Kebijakan Baru The Fed, ini Analisisnya
Ilustrasi.(Freepik)

HARGA bitcoin mengalami penurunan ke kisaran US$70.000 setelah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung ketat. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, termasuk revisi kenaikan inflasi Amerika Serikat menjadi sekitar 2,7% serta suku bunga yang bertahan di kisaran 3,50%-3,75%.

Sebelumnya, bitcoin sempat menguat mendekati US$76.000 pada Selasa (17/03) didorong arus masuk dana institusional ke spot bitcoin ETF sebesar US$199,37 juta hingga sesi ketujuh berturut-turut. Total arus masuk selama tujuh hari mencapai US$1,16 miliar, menunjukkan minat investor besar yang masih terjaga meski pasar mengalami volatilitas. Namun, pascapertemuan FOMC, investor melakukan penyesuaian yang memicu koreksi sekitar 7%-8%.

Analisis terhadap Kebijakan The Fed

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi baru investor terhadap kebijakan moneter global.

"Keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga acuan serta revisi naik proyeksi inflasi menunjukkan arah kebijakan The Fed yang masih cenderung hawkish. Pasar menangkap sinyal bahwa inflasi belum turun secepat harapan, sehingga likuiditas ke aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas," ujar Antony.

Poin Kunci Hasil FOMC 2026:
  • Suku Bunga: Tetap di kisaran 3,50% - 3,75%.
  • Proyeksi Inflasi 2026: Naik menjadi 2,7%.
  • Sentimen: Hawkish (bergantung pada data energi dan konflik Timur Tengah).

Level Support Kunci yang Harus Diperhatikan

Pergerakan bitcoin saat ini berada di kisaran US$70.000 dengan area US$70.000-US$72.000 menjadi level support penting yang dicermati investor. Selama level ini mampu bertahan, harga berpotensi stabil dalam jangka pendek didukung oleh arus masuk institusional. Namun, jika harga menembus ke bawah level ini, penyesuaian lebih lanjut mungkin terjadi.

Antony menambahkan bahwa fase koreksi dan konsolidasi ini dapat dimanfaatkan oleh investor untuk menata kembali strategi investasi dengan manajemen risiko yang tepat dan fokus jangka panjang.

Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

Sejalan dengan dinamika pasar, pihaknya terus mendorong literasi melalui Indodax Academy. Salah satu strategi yang disarankan ialah Dollar Cost Averaging (DCA) yang membantu investor tetap disiplin menghadapi volatilitas tanpa harus terjebak dalam kepanikan pasar (FUD).

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menyediakan ekosistem perdagangan aset kripto yang aman, transparan, dan mudah diakses, sembari mengingatkan pengguna untuk selalu melakukan riset mandiri (DYOR) sebelum bertransaksi.

Pertanyaan Seputar Investasi Bitcoin

Apa itu kebijakan Hawkish dan dampaknya ke Bitcoin?

Kebijakan Hawkish adalah kecenderungan bank sentral untuk menaikkan atau mempertahankan suku bunga tinggi guna menekan inflasi. Dampaknya, investor cenderung beralih dari aset berisiko seperti Bitcoin ke aset yang lebih aman seperti obligasi atau dolar.

Apakah Bitcoin masih layak untuk investasi jangka panjang?

Meskipun terjadi volatilitas jangka pendek akibat faktor makro, adopsi institusional melalui ETF menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap fundamental Bitcoin sebagai aset digital tetap kuat dalam jangka panjang.

Bagaimana cara menghadapi koreksi harga kripto?

Gunakan strategi DCA, hindari menggunakan dana darurat untuk investasi, dan selalu pantau level support serta resistance kunci melalui analisis teknikal. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik