Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Israel melancarkan serangan terhadap sebuah bangunan di kawasan Bashoura, pusat Beirut, tak lama setelah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga setempat.
Kantor Berita Nasional Libanon (NNA) melaporkan ledakan besar disertai kepulan asap terlihat di lokasi tersebut.
Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian gempuran Israel di seluruh Libanon yang pada Rabu (18/3) menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 24 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan setempat.
Operasi militer meluas dari ibu kota hingga wilayah selatan dan timur negara itu, seiring eskalasi konflik regional yang berkaitan dengan perang lebih luas melawan Iran.
Di Beirut sendiri, sedikitnya enam orang dilaporkan tewas akibat serangan udara, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Koresponden Al Jazeera di Beirut, Zeina Khodr, melaporkan bahwa serangan intens terjadi sepanjang malam dan menyasar berbagai lokasi, termasuk pusat kota.
Ia menyampaikan bahwa sebuah gedung 15 lantai yang sebelumnya telah diserang sebagian kini hancur total.
"Anda dapat melihat kerusakan yang meluas di seluruh lingkungan ini," kata Khodr.
Militer Israel menyatakan telah melakukan operasi darat terbatas di Libanon selatan serta mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk empat kota di sekitar Sungai Zahrani dan wilayah Tyre, dengan instruksi untuk bergerak ke arah utara.
NNA juga melaporkan serangan tambahan di Tyre dan kawasan Al-Burj Al-Shamali pada dini hari.
Sementara di kota Sahmar, Lembah Bekaa, empat rumah menjadi sasaran serangan yang menewaskan sedikitnya empat orang.
Sejak 2 Maret, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 912 orang di Libanon, termasuk 111 anak-anak, serta melukai lebih dari 2.200 orang. Lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat intensitas pertempuran yang terus meningkat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa serangan terhadap bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum humaniter internasional.
Seorang juru bicara kantor HAM PBB menegaskan bahwa menargetkan warga sipil atau objek sipil secara sengaja sama dengan kejahatan perang, dan menyebut perintah evakuasi massal Israel berpotensi melanggar hukum internasional.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem mengajukan sejumlah syarat untuk mengakhiri konflik, termasuk penghentian serangan Israel, kembalinya para pengungsi ke rumah mereka, pembebasan tahanan, serta penarikan pasukan Israel dari wilayah Libanon.
Menurut laporan di lapangan, kelompok Hizbullah masih aktif di Libanon selatan dan berupaya menghambat pergerakan militer Israel guna mencegah pendudukan wilayah baru.
Konflik ini bermula pada 28 Februari setelah serangan AS dan Israel di Teheran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Sebagai respons, Hizbullah meluncurkan roket ke Israel utara pada 2 Maret, yang kemudian memicu eskalasi lebih luas di kawasan.
Sejak saat itu, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas di Iran dan Libanon akibat rangkaian serangan Israel.
Kekhawatiran internasional juga meningkat. Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan bahwa operasi darat Israel di Libanon merupakan kesalahan yang berisiko memperparah krisis kemanusiaan yang sudah sangat berat. (Fer/I-1)
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Tentara Israel mengumumkan pembunuhan Hussein Makled, kepala intelijen Hizbullah, di Beirut. Militer AS melaporkan anggota keempat tewas akibat luka-luka dalam operasi melawan Iran
Paus Leo XIV memulai kunjungan tiga hari ke Libanon dengan pesan perdamaian, hanya beberapa hari setelah serangan Israel di Beirut.
Israel mengabaikan seruan untuk menghentikan agresinya terhadap Libanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved