Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Mengapa Drone yang Diduga Milik Iran Hantam Bandara Nakhchivan Azerbaijan?

Media Indonesia
06/3/2026 15:26
Mengapa Drone yang Diduga Milik Iran Hantam Bandara Nakhchivan Azerbaijan?
Pasukan penjaga perdamaian Rusia mengamankan area di luar Bandara Khojaly dekat Stepanakert di wilayah Nagorno-Karabakh yang dikuasai Azerbaijan pada 8 Oktober 2023.(STRINGER / AFP)

EKSKALASI militer di Timur Tengah secara mengejutkan meluas hingga ke wilayah Kaukasus Selatan pada awal Maret 2026. Serangan drone yang diduga milik Iran menghantam Bandara Internasional Nakhchivan di Azerbaijan telah memicu pertanyaan besar bagi komunitas internasional: Mengapa serangan drone menargetkan infrastruktur sipil negara tetangga?

Kronologi Serangan Drone di Nakhchivan

Pada Kamis, 5 Maret 2026, setidaknya empat pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari wilayah Iran melintasi perbatasan menuju eksklave Nakhchivan. Satu drone kamikaze jenis Arash-2 dilaporkan menghantam gedung terminal utama bandara, sementara drone lainnya jatuh di dekat fasilitas pendidikan di desa Shakarabad. Insiden ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan melukai sedikitnya empat warga sipil.

Di sisi lain, Iran telah membantah tuduhan menyerang Azerbaijan. Iran juga mengisyaratkan bahwa Israel mungkin berada di balik serangan tersebut. Kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan bahwa Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran mengatakan bahwa pasukan Iran tidak meluncurkan drone apa pun ke Azerbaijan.

3 Alasan Utama di Balik Seranganan ke Bandara Azerbaijan

1. Hubungan Strategis Azerbaijan dengan Israel

Faktor utama yang memicu kemarahan Teheran adalah kemitraan pertahanan yang kian erat antara Baku dan Tel Aviv. Iran mencurigai bahwa Azerbaijan menyediakan akses bagi intelijen Israel (Mossad) untuk mengoperasikan stasiun pemantauan di sepanjang perbatasan Iran. Teheran memandang kehadiran aset Israel di halaman belakang mereka sebagai ancaman eksistensial yang nyata.

2. Respons Terhadap Serangan Udara AS-Israel

Serangan ke Nakhchivan terjadi hanya beberapa hari setelah gelombang serangan udara besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas strategis di daratan Iran pada akhir Februari 2026. Dalam doktrin pertahanannya, Iran cenderung melakukan serangan balasan secara asimetris terhadap negara-negara yang dianggap memfasilitasi atau mendukung kepentingan Barat dan Israel di kawasan tersebut.

3. Pengiriman Pesan Geopolitik Melalui Nakhchivan

Nakhchivan memiliki posisi geografis yang sangat sensitif. Dengan menyerang wilayah ini, Iran menunjukkan kemampuannya untuk memutus jalur logistik dan menghancurkan infrastruktur vital Azerbaijan tanpa harus melakukan invasi skala penuh. Ini adalah bentuk diplomasi koersif untuk memaksa Azerbaijan menjauh dari pengaruh blok Barat.

Catatan Keamanan: Pemerintah Azerbaijan telah menyatakan status siaga tinggi di seluruh wilayah perbatasan dan mengancam akan melakukan tindakan balasan militer jika Iran tidak segera memberikan penjelasan resmi dan permintaan maaf.

(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya