Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI militer antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik krusial setelah kapal perang Iran ditenggelamkan di Samudra Hindia. Di sisi lain, Senat AS menolak resolusi yang mengharuskan persetujuan Kongres untuk tindakan militer terhadap Iran dengan hasil pemungutan suara 53-47.
Konflik yang semula terkonsentrasi di Timur Tengah kini meluas hingga ke perairan Asia Selatan. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengonfirmasi bahwa kapal selam AS telah menenggelamkan fregat Iran, IRIS Dena, di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu malam waktu setempat.
“Kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Ini adalah penenggelaman pertama kapal musuh oleh torpedo sejak Perang Dunia II,” ujar Hegseth dalam konferensi pers di Washington, Kamis (5/3/2026).
Otoritas Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan telah mengevakuasi 32 pelaut yang terluka ke rumah sakit di Galle. Namun, harapan menipis bagi 148 kru lainnya yang masih hilang. Hingga saat ini, sebanyak 87 jenazah telah ditemukan mengapung di sekitar lokasi kejadian yang berjarak 44 mil laut dari pesisir Sri Lanka.
Di Washington, upaya lintas partai untuk membatasi wewenang perang Presiden Donald Trump menemui jalan buntu. Senat AS menolak resolusi yang mengharuskan persetujuan Kongres untuk tindakan militer terhadap Iran dengan hasil pemungutan suara 53-47.
Kegagalan resolusi ini memberikan keleluasaan bagi militer AS untuk melanjutkan Operasi Epic Fury. Senator Demokrat, Tim Kaine, mengkritik keras hasil tersebut dengan menyebut bahwa pemerintahan saat ini gagal menunjukkan bukti ancaman segera yang membenarkan agresi militer skala besar.
Menyikapi perang yang kian meluas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat memantau 3.960 warganya yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menegaskan bahwa pendataan tahap pertama sedang dilakukan.
“Kami terus memantau kondisi 3.960 warga Jabar, baik pekerja migran maupun mahasiswa. Kami mengimbau warga di sana untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari KBRI setempat,” kata Adi di Bandung.
Pemprov Jabar berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan skenario perlindungan jika situasi keamanan memburuk. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya di tengah krisis global ini. (MTVN/Ant/I-1)
Bagi warga Jawa Barat atau keluarga yang memiliki kerabat di wilayah Timur Tengah (Iran, Turki, Arab Saudi, Oman, Kuwait, Bahrain), Pemprov Jabar menyediakan layanan pengaduan dan pemantauan:
Pendaftaran mudik gratis dibuka pada 11 Februari 2026 hingga 12 Maret 2026.
Bantuan lain juga diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk warga terdampak. Gubernur menyerahkan dana Rp10 juta untuk 34 kepala keluarga.
Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengantongi izin dari Kementerian ESDM untuk memulai proyek pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka
Gubernur Dedi Mulyadi memang telah menetapkan besaran UMSK 2026. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk 12 daerah di antaranya Kota dan Kabupaten
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved