Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Terkait Skandal Epstein, CEO DP World Sultan bin Sulayem Resmi Dicopot

Thalatie K Yani
14/2/2026 05:48
Terkait Skandal Epstein, CEO DP World Sultan bin Sulayem Resmi Dicopot
Jeffrey Epstein dan Sultan bin Sulayem(US Department of Justice)

SULTAN Ahmed bin Sulayem, sosok yang selama tiga dekade terakhir menjadi kekuatan utama dalam perdagangan global, resmi dicopot dari jabatannya sebagai pimpinan salah satu operator pelabuhan terbesar di dunia, DP World. Langkah drastis ini diambil setelah dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengungkap hubungan intim jangka panjang antara dirinya dengan terpidana kejahatan seksual, mendiang Jeffrey Epstein.

Kantor Media Pemerintah Dubai mengumumkan pada Jumat waktu setempat DP World telah menunjuk ketua dan CEO grup yang baru, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh bin Sulayem. Meskipun pengumuman tersebut tidak menyebut nama bin Sulayem secara spesifik, pihak DP World telah mengonfirmasi pergantian kepemimpinan ini.

Hubungan Intim yang Terungkap dalam Berkas

Nama bin Sulayem muncul ribuan kali dalam kumpulan dokumen terbaru yang dibuka oleh DOJ. Pesan-pesan tersebut mengungkap persahabatan selama bertahun-tahun yang mencakup materi eksplisit secara seksual, proposal bisnis, hingga referensi tentang video penyiksaan yang kini menjadi sorotan di Kongres AS.

Dalam dokumen tersebut, Epstein secara penuh kasih mendeskripsikan bin Sulayem sebagai sosok yang "lucu," "terpelajar," dan seorang "sahabat terbaik yang tepercaya." Hubungan mereka terus berlanjut bahkan setelah Epstein bebas dari penjara pada 2009 atas kasus prostitusi anak.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa kemunculan nama dalam berkas ini bukan merupakan bukti langsung atas pelanggaran hukum. Hingga saat ini, otoritas berwenang belum mendakwa bin Sulayem dengan kejahatan apa pun terkait kasus Epstein.

Dampak Bisnis dan Tekanan Investor

Pencopotan bin Sulayem terjadi setelah tekanan besar dari investor internasional. Setidaknya dua perusahaan besar, sebuah platform investasi Inggris dan dana pensiun terbesar kedua di Kanada, La Caisse, dikabarkan sempat menghentikan kesepakatan masa depan dengan DP World menyusul bocornya dokumen tersebut.

Setelah pengumuman pergantian kepemimpinan, pihak La Caisse menyatakan kepada CNN bahwa DP World telah "mengambil tindakan yang tepat," dan mereka siap bekerja sama dengan kepemimpinan baru untuk melanjutkan kemitraan.

Jembatan Diplomasi dan Kontroversi

Berkas-berkas tersebut juga menunjukkan bagaimana Epstein berperan sebagai perantara bagi bin Sulayem dalam urusan internasional. Mereka tercatat mendiskusikan kunjungan ke pulau pribadi Epstein di Karibia. Lokasi yang menurut kesaksian para korban merupakan tempat terjadinya pelecehan seksual.

Selain itu, dokumen tersebut mengungkap upaya Epstein dalam menjembatani komunikasi antara pejabat Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel jauh sebelum normalisasi hubungan kedua negara melalui Abraham Accords pada 2020. Epstein bahkan memberikan saran kepada bin Sulayem mengenai cara mendekati pemerintah Inggris untuk mendapatkan pembiayaan proyek besar di London.

Konten Eksplisit di Tengah Liburan Keluarga

Hal yang paling mengejutkan dalam dokumen tersebut adalah pengungkapan bin Sulayem diduga mengirimkan foto-foto grafis dan rincian seksual kepada Epstein. Dalam korespondensi Agustus 2015, ia diduga mengirimkan tautan ke situs porno saat sedang berlibur bersama "istri, tiga anak, dan seorang pengasuh" di Santa Fe.

Dokumen tersebut juga menyoroti bagaimana bin Sulayem dan Epstein sering kali mengobjektifikasi perempuan dan mengkritik penampilan fisik mereka dalam berbagai pesan pribadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DP World menolak berkomentar lebih lanjut mengenai rincian dokumen tersebut, dan bin Sulayem tidak merespons panggilan telepon terkait pergantian jabatannya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya