Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Mayoritas Senat, John Thune, memberikan tanggapan tegas terkait terungkapnya keterkaitan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dengan mendiang Jeffrey Epstein. Thune menegaskan Lutnick wajib memberikan jawaban yang transparan, namun pada akhirnya rakyat Amerika Serikatlah yang akan menilai apakah penjelasan tersebut dapat diterima atau tidak.
Pernyataan ini muncul setelah Lutnick mengonfirmasi pada Selasa (10/2), ia dan keluarganya pernah makan siang bersama Epstein di pulau pribadi milik terpidana kasus kejahatan seksual tersebut di Karibia tahun 2012. Meski mengakui pertemuan itu, Lutnick bersikeras dirinya tidak memiliki hubungan khusus dengan sang pemodal yang kini telah tiada tersebut.
John Thune menyatakan transparansi adalah kunci utama dalam menangani munculnya nama-nama pejabat dalam dokumen Epstein yang baru saja dirilis.
"Saya pikir pada akhirnya, apa yang terjadi di sana mungkin akan bergantung pada rakyat Amerika. Dan hal yang saya dukung, dan saya telah sangat jelas mengenai hal ini sejak awal, adalah pengungkapan penuh. Sampaikan informasinya ke publik, mari kita ciptakan transparansi. Dan saya pikir hal itu sedang dilakukan," ujar Thune kepada wartawan saat ditanya mengenai posisi Lutnick.
Thune menambahkan setiap tokoh yang namanya muncul dalam file Epstein, dalam konteks apa pun, harus siap menghadapi konsekuensi publik dan mempertanggungjawabkan interaksi mereka di masa lalu.
"Jadi, Anda tahu, bagi orang-orang yang namanya muncul, atau dalam konteks tertentu mungkin ada dalam file Epstein, mereka harus menjawab pertanyaan seputar hal itu. Dan saya pikir rakyat Amerika harus membuat penilaian tentang apakah mereka menganggap jawaban-jawaban tersebut memadai atau tidak," lanjut Thune.
Kasus ini menjadi sorotan tajam di Washington karena Lutnick sebelumnya sempat mengklaim telah memutus kontak dengan Epstein jauh sebelum tahun 2012. Terbukanya fakta baru mengenai makan siang di pulau pribadi Epstein kini memicu perdebatan mengenai kredibilitas sang Menteri Perdagangan di mata publik dan anggota parlemen.
Meskipun desakan untuk transparansi terus mengalir dari pimpinan Senat, hingga saat ini belum ada langkah hukum lanjutan atau keputusan politik resmi terkait posisi Lutnick di kabinet. Fokus utama otoritas saat ini adalah memastikan seluruh informasi dalam dokumen tersebut terbuka untuk umum tanpa ada yang ditutup-tutupi. (CNN/Z-2)
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap peran Jeffrey Epstein dalam mengatur hubungan asmara Kimbal Musk, adik Elon Musk, dengan seorang perempuan di jaringannya.
Tekanan anggota parlemen memaksa Departemen Kehakiman AS membuka nama-nama yang sebelumnya disensor dalam file kasus Jeffrey Epstein, termasuk miliarder dan taipan.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved