Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Indonesia Tercatat dalam 902 Arsip Kasus Epstein yang Dirilis AS

Ferdian Ananda Majni
03/2/2026 17:22
Indonesia Tercatat dalam 902 Arsip Kasus Epstein yang Dirilis AS
Jeffrey Epstein.(Al Jazeera)

INDONESIA tercatat muncul dalam ratusan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat. Nama Indonesia disebut dalam berbagai konteks, mulai dari pengiriman barang, laporan ekonomi global, hingga dokumen FBI dan korespondensi pihak-pihak yang terafiliasi dengan Epstein.

Dokumen-dokumen tersebut diunggah secara terbuka melalui situs resmi Departemen Kehakiman AS dan dapat diakses publik. Berdasarkan penelusuran dengan kata kunci Indonesia, ditemukan sedikitnya 902 dokumen dengan konteks pembahasan yang beragam.

Sebagian besar dokumen tersebut berkaitan dengan aktivitas administratif, seperti pengiriman barang, bukti faktur, serta lampiran logistik ke Amerika Serikat. Namun, sejumlah dokumen lain memuat rujukan terhadap Indonesia dalam konteks politik, ekonomi, hingga keamanan.

Rujukan Indonesia dalam Laporan JP Morgan

Nama Indonesia muncul dalam dokumen yang berisi artikel dan laporan ekonomi global yang digunakan sebagai bahan briefing. Salah satunya ialah laporan JP Morgan pada 2014 yang disertakan dalam korespondensi internal.

"From: US GIO
Sent Fri 7/25/2014 11:03:38 PM
Subject: The J.P. Morgan View : Risks and timing."

Laporan tersebut membahas alokasi aset global serta dinamika ekonomi internasional yang dinilai berpengaruh terhadap kepentingan Amerika Serikat.

"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting ialah pemilihan presiden di Indonesia. Pekan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar," demikian isi laporan JP Morgan.

"Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli)," lanjut laporan tersebut.

"Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli)." 

Indonesia dalam Artikel Keamanan dan Terorisme

Dalam dokumen lain, Indonesia disebut dalam artikel berita yang dilampirkan sebagai bahan informasi. Salah satunya adalah laporan dari Channel NewsAsia yang menyinggung isu keamanan.

"From: (alamat email yang diblok hitam)
To: (alamat email yang diblok hitam)
Subject: 22 January 2021."

Terror cells in Indonesia continue to recruit and plot attacks amid covid-19, judul artikel Channel NewsAsia yang tercantum dalam berkas tersebut.

Selain itu, Indonesia muncul dalam laporan harian dan buletin internasional yang mengulas situasi politik global.

Indonesia dalam Buletin Politik Internasional

Dalam buletin bertajuk The Shimon Post, Indonesia disebut dalam konteks analisis politik global yang membandingkan dinamika di berbagai negara. Buletin ini memuat tulisan para akademisi, lembaga think tank, dan media internasional.

"Perbandingan dengan Indonesia sangat menarik. Di sana juga, dalam krisis tahun 1998, militer akhirnya berbalik melawan otokratnya sendiri yang berkuasa selama tiga dekade, tetapi setelah itu melindungi Suharto di Jakarta hingga ia meninggal sepuluh tahun kemudian," tulis Theodore Friend dalam analisisnya mengenai Arab Spring 2011.

Nama Hary Tanoesoedibjo dalam Laporan FBI

Nama pengusaha Indonesia Hary Tanoesoedibjo juga tercantum dalam salah satu dokumen FBI yang berstatus unclassified atau tidak rahasia, dengan kop laporan Federal Bureau of Investigation CHS Reporting tertanggal Oktober 2020.

CHS Reporting merupakan dokumen resmi FBI yang mencatat informasi dari confidential human sources atau sumber informasi rahasia. Dalam laporan tersebut, CHS dimintai keterangan terkait dugaan pengaruh domestik maupun asing terhadap proses pemilu Amerika Serikat pada 2019.

Dalam dokumen itu, FBI turut mencantumkan sejumlah tokoh internasional, termasuk profesor Harvard serta dugaan keterkaitan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Donald Trump pada periode sebelumnya. Dokumen tersebut ikut terunggah karena relasi Trump dengan Jeffrey Epstein menjadi bagian dari sorotan.

"Hary Tanoesoedibjo (Hary) telah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan merupakan seorang miliarder," tulis laporan FBI.

"Hari (diblok hitam) memperkenalkan dia ke CIA Indonesia," lanjut dokumen tersebut.

Laporan itu juga menyebut bahwa Hary membeli rumah milik Trump di Beverly Hills dengan harga tinggi.

"(di blok hitam) berada di rumah Hary saat Trump mengatakan akan menghancurkan Amazon atas kontrak militer mereka," demikian keterangan dalam dokumen tersebut.

CHS menilai informasi tersebut sebagai cerita kolusi yang nyata. Mereka juga menyebut Israel serta Charles Kushner sebagai pihak yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam organisasi dan kepresidenan Trump.

Korespondensi Hotel di Bali

Selain laporan politik dan ekonomi, sejumlah dokumen yang mencantumkan nama Indonesia juga memuat korespondensi antara manajer hotel di Bali dengan individu-individu yang disebut terafiliasi dengan Jeffrey Epstein.

Namun, dokumen-dokumen tersebut tidak merinci lebih jauh konteks hubungan atau keterlibatan pihak-pihak di Indonesia dengan kasus pidana Epstein. (CNN/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya