Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Putri Mahkota Norwegia Terseret Skandal Epstein di Tengah Sidang Pemerkosaan Putranya

Thalatie K Yani
02/2/2026 06:24
Putri Mahkota Norwegia Terseret Skandal Epstein di Tengah Sidang Pemerkosaan Putranya
Putri Mahkota Mette-Marit dari Norwegia menghadapi skandal baru setelah dokumen Epstein mengungkap ribuan komunikasi intim di tengah persidangan kasus pemerkosaan putranya.(Media Sosial X)

TAKHTA Kerajaan Norwegia kembali diguncang prahara. Putri Mahkota Mette-Marit kini terjebak dalam pusaran skandal baru setelah dokumen Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengungkap rincian komunikasi ekstensifnya dengan mendiang predator seksual, Jeffrey Epstein.

Dokumen yang dirilis pada Jumat (30/1) tersebut memuat hampir 1.000 penyebutan nama Mette-Marit. Berdasarkan laporan harian Norwegia VG, terdapat puluhan email yang menunjukkan komunikasi intens antara keduanya selama periode 2011 hingga 2014, atau satu dekade setelah Mette-Marit resmi menjadi anggota keluarga kerajaan.

Dari Gurauan Vulgar hingga Kata-Kata Manis

Rangkaian email tersebut menunjukkan kedekatan yang tak lazim. Dalam satu pesan, Mette-Marit menulis kepada Epstein bahwa sang miliarder "menggelitik otaknya" (tickle my brain). Ia juga kerap memuji Epstein dengan sebutan "berhati lembut" dan "kekasih hati" (sweetheart).

Bahkan, terdapat gurauan yang dianggap tidak pantas dalam korespondensi tahun 2012. Mette-Marit bertanya kepada Epstein apakah pantas bagi seorang ibu untuk menyarankan gambar "dua perempuan tanpa busana yang membawa papan selancar" sebagai wallpaper untuk putranya yang berusia 15 tahun.

Komunikasi lain mengungkap obrolan mengenai "perburuan istri" yang dilakukan Epstein di Paris. Mette-Marit merespons dengan menyebut ibu kota Prancis itu "bagus untuk perselingkuhan" dan menambahkan bahwa "orang Skandinavia adalah bahan istri yang lebih baik."

Penyesalan dan Pembelaan Istana

Menanggapi pengungkapan ini, Putri Mette-Marit, 52, merilis pernyataan resmi melalui pihak istana pada Sabtu waktu setempat. Ia mengakui adanya kontak tersebut namun menyatakan penyesalan yang mendalam.

"Saya menunjukkan penilaian yang buruk dan saya sangat menyesal telah melakukan kontak dengan Epstein. Ini sungguh memalukan," kata sang Putri.

Ia berdalih tidak memeriksa latar belakang Epstein dengan saksama. Namun, fakta dalam dokumen menunjukkan hal berbeda; pada 2011, ia mengirim email yang menyatakan telah "mencari di Google" tentang Epstein dan menambahkan emoji tersenyum sambil menyebut hasilnya "terlihat tidak terlalu bagus."

Badai di Tengah Persidangan Sang Putra

Skandal ini meledak di waktu yang sangat sensitif. Pada Selasa besok, putra sulung Mette-Marit, Marius Borg Høiby, dijadwalkan mulai menjalani persidangan atas kasus pemerkosaan. Høiby menghadapi 38 dakwaan, termasuk penyerangan seksual terhadap empat perempuan dan pelanggaran narkoba. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman 16 tahun penjara.

Meskipun Høiby tidak memiliki gelar kerajaan, kasus ini telah merusak citra monarki Norwegia. Di tengah tekanan dua skandal besar ini, Pangeran Haakon mengonfirmasi Mette-Marit akan melakukan perjalanan pribadi dan tidak akan menghadiri persidangan putranya di Oslo.

Pihak istana menyatakan hubungan korespondensi dengan Epstein berakhir pada 2014 setelah sang Putri merasa dirinya "dimanfaatkan" oleh Epstein untuk mendapatkan pengaruh atas orang lain. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya