Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi konfrontasi militer jika Amerika Serikat (AS) terus melontarkan ancaman dan tekanan terhadap kedaulatan mereka.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki agenda untuk membuka ruang dialog dengan Washington selama intimidasi masih menjadi instrumen utama kebijakan luar negeri AS.
Menurutnya, negosiasi hanya bisa terwujud jika landasannya adalah kesetaraan, bukan pemaksaan kehendak.
"Kami tidak memiliki rencana untuk berbicara dengan pejabat Amerika. Negosiasi tidak bisa didikte. Jika satu pihak memaksakan permintaan, itu bukan lagi diplomasi," ujar Araghchi seperti dikutip dari Iran International.
Araghchi memperingatkan bahwa kekuatan militer Iran saat ini berada pada titik puncak. Ia mengklaim kesiapan tempur Teheran jauh lebih besar dibandingkan saat menghadapi ketegangan pada Juni lalu.
Ia juga menyoroti risiko besar jika AS memutuskan untuk melakukan intervensi langsung. Langkah tersebut dinilai akan merusak status quo kawasan dan memicu eskalasi konflik yang jauh lebih luas dari sekadar perang bilateral.
"Siapa pun yang berani menyerang, kami pastikan akan mendapat respons yang sangat kuat," tegasnya.
Selain kesiapan perang, Iran juga menutup pintu rapat-rapat bagi negara asing yang ingin mengusik program pertahanan domestik mereka. Araghchi menggarisbawahi bahwa pengembangan teknologi rudal dan sistem pertahanan udara merupakan kedaulatan mutlak yang tidak dapat ditawar.
"Rudal dan sistem pertahanan Iran tidak akan pernah menjadi subjek negosiasi apa pun," pungkas Araghchi.
Guna mengimbangi ketegangan dengan Barat, Teheran kini dilaporkan terus memperkuat koordinasi dengan mitra regional.
Langkah itu diambil untuk membangun kerangka kerja kolektif demi menjaga stabilitas kawasan di tengah bayang-bayang konflik terbuka. (H-2)
Menlu Iran Abbas Araghchi tegas menolak tuntutan "penyerahan tanpa syarat" dari Donald Trump. Iran pilih terus melawan demi martabat dan keamanan rakyatnya.
Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi tegaskan tidak butuh gencatan senjata dan siap hadapi invasi darat AS.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa militer Iran kini jauh lebih siap menghadapi konflik bersenjata dibandingkan medio Juni lalu.
Araghchi menekankan bahwa negosiasi hanya mungkin terjadi jika dilakukan secara adil dan setara. Menurutnya, kondisi ideal untuk dialog tersebut hingga kini belum terpenuhi.
Menlu Abbas Araghchi klaim jumlah kematian pedemo hanya ratusan dan sebut ada plot untuk seret AS ke dalam konflik.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Sebelumnya, terjadi serangan terhadap fasilitas perbankan Iran. Menurut kantor berita Mehr News Agency, serangan udara terhadap bank Iran di Teheran.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Ia menambahkan bahwa Iran berniat untuk memutus siklus perang-negosiasi-gencatan senjata dan kemudian perang lagi.
Presiden AS Donald Trump menuntut persetujuan atas penerus Ayatollah Ali Khamenei. Sementara itu, serangan udara Israel membuat udara Teheran tidak layak hirup.
Kazemi mengatakan serangan itu telah menewaskan dan melukai siswa dan guru di beberapa provinsi, termasuk Minab, Fars, Ilam, Azerbaijan Timur, Teheran dan Qazvin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved