Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Iran Tutup Pintu Dialog dengan AS di Bawah Bayang-Bayang Ancaman

Khoerun Nadif Rahmat
31/1/2026 11:47
Iran Tutup Pintu Dialog dengan AS di Bawah Bayang-Bayang Ancaman
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi(ANTARA/Anadolu)

MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki agenda untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Amerika Serikat (AS) di bawah bayang-bayang tekanan. 

Pernyataan keras itu muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di kawasan, seraya memperingatkan bahwa Iran telah menyiapkan kekuatan penuh jika pecah konflik bersenjata.

"Kami tidak memiliki rencana atau program untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Amerika," ujar Araghchi dikutip dari Iran International.

Araghchi menekankan bahwa negosiasi hanya mungkin terjadi jika dilakukan secara adil dan setara. Menurutnya, kondisi ideal untuk dialog tersebut hingga kini belum terpenuhi. 

Ia menggarisbawahi bahwa diplomasi tidak bisa berjalan efektif jika salah satu pihak memaksakan kehendak atau mengajukan prasyarat yang mendikte.

"Negosiasi tidak bisa didikte atau memiliki prasyarat. Jika satu pihak mendiktekan permintaannya, itu bukan lagi sebuah negosiasi," cetusnya.

Selain menutup pintu dialog di bawah tekanan, Araghchi juga melontarkan peringatan serius terkait ancaman militer dari Washington. 

Ia menyatakan bahwa meskipun Iran terbuka untuk jalan damai, kesiapan militer Teheran saat ini berada pada level tertinggi, bahkan lebih siap dibandingkan saat menghadapi serangan pada Juni lalu.

Ia memperingatkan bahwa intervensi langsung dari AS hanya akan mengubah status quo secara total dan berisiko memperluas skala konflik hingga melampaui perang bilateral.

"Jika ada yang berani menyerang negara kami, kami akan memberikan respons yang sangat kuat," tegas Araghchi.

Dalam kesempatan tersebut, Iran juga mengunci rapat peluang negosiasi terkait kekuatan militer domestik. Araghchi memastikan bahwa pengembangan sistem pertahanan dan teknologi rudal Iran adalah harga mati yang tidak bisa diganggu gugat oleh pihak asing.

"Rudal dan sistem pertahanan Iran tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi subjek negosiasi apa pun," pungkasnya.

Saat ini, Teheran terus melakukan koordinasi intensif dengan mitra-mitra regional untuk mencari kerangka kerja bersama guna menjaga stabilitas kawasan di tengah ancaman yang terus bergulir. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya