Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI 2026, aktivitas geomagnetik di atmosfer Bumi mencapai fase penting. Setelah puncak Solar Maximum pada akhir 2025, para ilmuwan memastikan intensitas Aurora Borealis (cahaya utara) dan Aurora Australis (cahaya selatan) masih berada pada level tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Fenomena aurora bukan sekadar pemandangan langit yang menakjubkan, melainkan dampak langsung dari siklus Matahari yang kini memasuki fase paling aktif.
Matahari memiliki siklus sekitar 11 tahun, di mana medan magnetnya mengalami pembalikan total. Saat ini, dunia berada dalam Siklus Matahari ke-25. Berdasarkan data Space Weather Prediction Center (SWPC) NOAA, frekuensi bintik matahari (sunspots) serta letupan massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) masih tinggi sepanjang awal 2026.
Lonjakan aktivitas diperkirakan terjadi pada minggu kedua Februari 2026, dipicu oleh lubang korona besar di permukaan Matahari yang mengarah langsung ke Bumi.
Berikut daftar wilayah yang diprediksi akan dilewati fenomena “hujan aurora” sepanjang 2026:
Wilayah ini tetap menjadi titik observasi aurora paling konsisten di dunia. Periode Januari hingga akhir Maret menawarkan langit malam yang gelap, sehingga kontras aurora terlihat maksimal.
Di Norwegia dan Islandia, aurora berpotensi muncul hampir setiap malam ketika indeks geomagnetik berada di atas Kp 2. Puncak visual diperkirakan terjadi saat Ekuinoks Maret, ketika medan magnet Bumi lebih terbuka terhadap angin surya.
Kanada bagian utara seperti Yellowknife dan Yukon, serta Alaska (Fairbanks), diprediksi mengalami frekuensi aurora yang sangat intens pada kuartal pertama 2026.
Karena posisinya dekat kutub magnet, wilayah ini sering menyaksikan aurora tepat di atas kepala, dikenal sebagai fenomena corona aurora. Aktivitas tertinggi diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari 2026.
Memasuki musim semi, Britania Raya, khususnya Skotlandia utara dan Kepulauan Shetland, memiliki peluang besar untuk melihat aurora di cakrawala utara.
Waktu terbaik diprediksi terjadi pada akhir Maret, bertepatan dengan ekuinoks yang secara historis meningkatkan gangguan geomagnetik di lintang menengah.
Aurora juga berpotensi terlihat lebih jauh ke selatan jika terjadi badai Matahari besar pada pertengahan tahun. Negara bagian seperti Michigan, Montana, dan Washington dapat mengalami penampakan aurora secara sporadis.
Para ahli menyarankan pemantauan ketat pada Juni 2026, karena ada potensi badai geomagnetik ekstrem akibat CME skala besar.
Saat belahan Bumi utara memasuki musim panas, perhatian beralih ke Aurora Australis. Selandia Baru bagian selatan (Danau Tekapo, Queenstown) serta Tasmania diperkirakan mengalami puncak visibilitas pada Juli hingga Agustus 2026.
Minimnya polusi cahaya menjadikan wilayah ini titik terbaik di belahan selatan selama masa puncak aktivitas surya.
Meski aktivitas Matahari berada pada level tinggi, faktor cuaca tetap menjadi penghalang utama. Langit harus cerah, bebas awan, dan jauh dari polusi cahaya agar aurora dapat terlihat jelas.
Para ahli menilai periode Januari hingga Maret 2026 menjadi jendela terbaik, karena durasi malam masih panjang di belahan Bumi utara.
Selain indah dipandang, ilmuwan terus memantau dampak badai Matahari terhadap satelit, jaringan listrik, dan sistem komunikasi global. Aurora memang memukau, namun energi besar yang menyertainya berpotensi mengganggu infrastruktur teknologi modern. (NOAA Space Weather Prediction Center/Space.com/The Guardian Science/Z-10)
Laufey dianugerahi medali ksatria pada tingkatan Knight’s Cross, sebuah apresiasi yang diberikan negara kepada individu yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi Islandia.
Dalam pernyataan resminya, RUV menegaskan bahwa dengan keikutsertaan Israel membuat kondisi Eurovision saat ini tidak lagi mampu memenuhi tujuan awalnya sebagai ruang persatuan.
Islandia menjadi negara kelima yang menarik diri dari Eurovision 2026 setelah Israel dipastikan ikut serta.
Perubahan iklim diduga buka jalan bagi nyamuk untuk hidup di Islandia.
Pulau vulkanik Surtsey di Islandia ungkap peran penting burung dalam membawa benih kehidupan dan membangun ekosistem baru di tanah yang baru lahir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved