Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Badai Matahari Ekstrem G4 Hantam Bumi, Aurora Terjang AS

Thalatie K Yani
20/1/2026 05:59
Badai Matahari Ekstrem G4 Hantam Bumi, Aurora Terjang AS
Ledakan massa korona (CME) raksasa memicu badai geomagnetik parah level G4. Simak daftar 24 negara bagian yang berpotensi melihat cahaya aurora malam ini.(NOAA)

PUSAT Prediksi Cuaca Luar Angkasa (SWPC) dari NOAA mengonfirmasi lontaran massa korona (CME) kolosal telah menghantam Bumi, Senin (19/1) waktu Amerika Serikat. Dampaknya memicu badai geomagnetik tingkat "parah" (G4) yang berpotensi membawa penampakan cahaya kutub atau Aurora Borealis jauh lebih ke selatan dari biasanya pada malam 19 hingga 20 Januari.

Kondisi badai G4 pertama kali tercatat pada pukul 14.38 EST (19.38 GMT). Berdasarkan laporan NOAA, dampak CME ini masih berlangsung dan diperkirakan terus berlanjut hingga malam hari. Fenomena ini bermula dari jilatan api matahari kelas-X (X-class solar flare) yang kuat pada 18 Januari, yang melesat menuju Bumi dengan kecepatan luar biasa antara 1.000 hingga 1.400 km/detik.

Daftar 24 Negara Bagian AS yang Berpotensi Melihat Aurora

Peta prakiraan terbaru menunjukkan penduduk di 24 negara bagian Amerika Serikat memiliki peluang besar untuk menyaksikan aurora di langit malam mereka jika cuaca cerah. Wilayah tersebut meliputi:

  • Barat dan Tengah: Alaska, Washington, Oregon, Idaho, Montana, North Dakota, South Dakota, Wyoming, Nebraska, Colorado.
  • Midwest: Minnesota, Wisconsin, Michigan, Iowa, Illinois, Indiana, Ohio, Missouri.
  • Timur Laut: New York, Vermont, Maine, New Hampshire, Massachusetts, Pennsylvania.

Namun, para ahli mengingatkan aurora bersifat sangat fluktuatif. Jika kondisi badai menguat, cahaya ini bisa terlihat lebih jauh ke selatan. Sebaliknya, jika orientasi magnetik tidak selaras, pertunjukan cahaya tersebut mungkin tidak muncul sama sekali.

Kunci Utama: Orientasi Magnetik Bz

Keberhasilan munculnya aurora sangat bergantung pada orientasi magnetik CME saat bersentuhan dengan medan magnet Bumi. Jika medan magnet CME mengarah ke selatan, maka energi matahari dapat menyatu dengan atmosfer Bumi dan memicu badai geomagnetik yang memukau.

"Jika berorientasi ke utara, medan magnet Bumi akan menangkis sebagian besar energi tersebut, dan pertunjukan mungkin tidak akan pernah terwujud," tulis laporan prakiraan tersebut. Para ilmuwan terus memantau data dari satelit DSCOVR dan ACE yang berada sejauh satu juta mil dari Bumi untuk memastikan arah magnetik ini secara langsung.

Kapan Waktu Terbaik untuk Melihat?

Meskipun prakiraan resmi menunjukkan puncak badai G4 terjadi antara pukul 01.00 hingga 04.00 EST pada 20 Januari, kondisi ekstrem ternyata sudah teramati lebih awal dari jadwal.

Bagi para pemburu aurora, disarankan untuk mulai memantau langit segera setelah hari gelap. Pastikan baterai kamera terisi penuh dan langit dalam keadaan bersih dari awan. Mengingat aktivitas geomagnetik yang sudah tinggi sejak sore hari, aurora bisa muncul secara tiba-tiba tanpa menunggu tengah malam. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya