Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Israel Bawa Pulang Jenazah Sandera Terakhir dari Gaza

Dhika Kusuma Winata
27/1/2026 16:07
Israel Bawa Pulang Jenazah Sandera Terakhir dari Gaza
Ilustrasi(Xinhua)

ISRAEL pada Senin waktu setempat membawa pulang jenazah Ran Gvili sebagai sandera terakhir yang ditahan di Jalur Gaza. Kepulangan Gvili menutup rangkaian panjang krisis penyanderaan sejak Oktober 2023.

Hamas menculik 251 orang dan membawa mereka ke Gaza. Proses pemulangan para sandera berlangsung bertahap selama perang melalui kesepakatan gencatan senjata, pertukaran tahanan, serta operasi militer.

Penyerahan jenazah Gvili merupakan bagian akhir dari kesepakatan gencatan senjata Gaza yang didukung Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 10 Oktober lalu, dengan tujuan menghentikan konflik berkepanjangan yang menghancurkan wilayah Palestina itu.

Pemulangan jenazah Gvili juga membuka jalan bagi rencana pembukaan terbatas penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir, jalur vital bagi masuknya bantuan kemanusiaan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan lintasan pejalan kaki di Rafah akan dibuka kembali, dengan pengawasan Israel, setelah seluruh sandera berhasil dipulangkan.

Iring-iringan kendaraan yang membawa peti jenazah Gvili melintas dengan sirene meraung dan lampu menyala, disambut warga yang mengibarkan bendera Israel di sepanjang jalan.

Netanyahu menyebut Gvili sebagai pahlawan Israel. Dalam upacara di sebuah pangkalan militer dekat Gaza, ayah korban, Ytzik Gvili, menyampaikan penghormatan terakhir kepada putranya.

“Kamu seharusnya melihat penghormatan yang kami berikan kepadamu di sini.Aku bangga padamu, anakku," ucapnya.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan pemulangan tersebut menegaskan komitmen Hamas terhadap seluruh ketentuan perjanjian gencatan senjata. Dalam fase pertama kesepakatan gencatan senjata, seluruh sandera harus dikembalikan.

Keluarga Gvili sebelumnya menolak pembahasan fase kedua perjanjian sebelum jenazah putra mereka diterima. 

Gvili, anggota kepolisian Israel berusia 24 tahun dari unit elite Yassam, tengah menjalani cuti medis menjelang operasi bahu saat serangan Hamas terjadi. Meski demikian, ia mengambil senjatanya dan menuju lokasi serangan. Ia tewas dalam pertempuran lalu jasadnya dibawa ke Gaza oleh Hamas. Militer Israel menyatakan telah memastikan identitas jenazah tersebut.

“Dengan ini, seluruh sandera telah dipulangkan dari Jalur Gaza ke Negara Israel,” demikian pernyataan resmi militer Israel.

Presiden Israel Isaac Herzog menyambut kepulangan Gvili dan menyebut momen itu bersejarah.

“Untuk pertama kalinya sejak 2014, tidak ada lagi warga Israel yang disandera di Gaza. Seluruh bangsa berdoa dan menunggu saat ini,” ujarnya. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya