Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

5 Poin Kontroversial Pidato Donald Trump di Davos

Thalatie K Yani
22/1/2026 05:24
5 Poin Kontroversial Pidato Donald Trump di Davos
Donald Trump sampaikan pidato provokatif di Davos. Dari ambisi kuasai Greenland tanpa militer hingga kritik tajam terhadap budaya Eropa. (youtube)

PRESIDEN Donald Trump kembali mengguncang panggung World Economic Forum di Davos, Swiss. Dalam pidato panjang yang diwarnai keluhan dan sindiran, Trump menegaskan posisi "America First" yang membuat para pemimpin dunia terperangah. Alih-alih meredakan ketegangan transatlantik, pernyataannya justru mempertegas retakan dalam aliansi Barat.

5 poin utama dari pidato kontroversial Donald Trump di Davos:

1. Ambisi Greenland: "Saya Tidak Akan Menggunakan Kekerasan"

Poin paling krusial yang dinanti para pemimpin Eropa adalah kejelasan ambisi Trump atas Greenland. Meski retorikanya berapi-api, Trump memberikan sedikit angin segar dengan menyatakan, "Saya tidak akan menggunakan kekekerasan."

Pernyataan ini meredakan kekhawatiran akan adanya konfrontasi militer untuk merebut wilayah otonom Denmark tersebut. Namun, Trump tetap bersikukuh Greenland adalah bagian dari Amerika Utara dan harus menjadi milik AS. "Pulau besar yang tidak aman ini sebenarnya adalah bagian dari Amerika Utara. Itu adalah wilayah kami," tegasnya.

2. Menyebut Denmark "Tidak Tahu Terima Kasih"

Trump melancarkan serangan verbal kepada Denmark karena menolak menyerahkan Greenland. Ia mengungkit sejarah Perang Dunia II, mengklaim Denmark berutang budi karena AS membantu mereka melawan Jerman.

"Denmark jatuh ke tangan Jerman hanya dalam enam jam pertempuran, dan sama sekali tidak mampu membela dirinya sendiri maupun Greenland. Jadi Amerika Serikat terpaksa melakukannya," ujar Trump. Ia menyesalkan keputusan masa lalu AS yang mengembalikan Greenland ke Denmark dan menyebut tindakan itu "bodoh".

3. Kritik Tajam terhadap Budaya dan Migrasi Eropa

Trump menilai Eropa saat ini telah kehilangan jati dirinya akibat kebijakan migrasi yang tidak terkendali. Ia menyebut beberapa wilayah di Eropa kini "tidak lagi dapat dikenali". Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya melindungi budaya Barat. "Barat tidak bisa mengimpor budaya asing secara massal yang gagal membangun masyarakat sukses mereka sendiri," katanya, seraya menambahkan bahwa kemakmuran Barat berasal dari "budaya yang sangat istimewa."

4. Ancaman terhadap Sekutu Terdekat

Tidak hanya Denmark, negara tetangga seperti Kanada dan tuan rumah Swiss pun tak luput dari sasarannya. Trump menyebut Swiss hanya menjadi negara baik "karena bantuan kami." Kepada Perdana Menteri Kanada, ia memberikan peringatan yang bernada ancaman.

"Kanada mendapatkan banyak gratisan dari kami. Mereka seharusnya bersyukur, tapi nyatanya tidak. Kanada hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, lain kali Anda membuat pernyataan," tukas Trump merujuk pada pernyataan Mark Carney.

5. Aliansi yang Bergantung pada Amerika

Secara keseluruhan, pesan Trump di Davos adalah tentang ketergantungan dunia terhadap Amerika Serikat. Ia memposisikan AS sebagai pelindung tunggal yang kurang dihargai oleh para sekutunya. "Tanpa kami saat ini, kalian semua akan berbicara bahasa Jerman dan sedikit bahasa Jepang," ujar Trump, mengingatkan para pemimpin Eropa akan intervensi AS di masa perang. Ia menutup pidatonya dengan kesan bahwa tanpa Amerika, sebagian besar negara di dunia tidak akan berfungsi dengan baik. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya