Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Donald Trump kembali menegaskan ambisinya untuk menguasai Greenland sebagai bagian dari strategi keamanan nasional Amerika Serikat. Dalam pernyataan terbaru di Oval Office, Trump memberikan sinyal kuat, ia tidak akan membatasi pilihannya, termasuk kemungkinan meninggalkan aliansi NATO, demi mencapai tujuan tersebut.
Saat ditanya wartawan apakah ia akan menghormati batasan yang ditetapkan oleh kepemimpinan Greenland dalam upayanya mengakuisisi wilayah tersebut, Trump tidak memberikan jawaban langsung. "Kita akan lihat apa yang terjadi dengan Greenland," ujarnya singkat.
Trump menyatakan ia masih perlu menerima laporan lengkap mengenai pertemuan yang berlangsung antara pejabat AS dengan pemimpin Denmark serta Greenland. Namun, ia menekankan kembali kepemilikan Greenland sangat penting bagi pertahanan AS, terutama untuk proyek sistem pertahanan rudal yang ia sebut sebagai "Golden Dome".
Sistem "Golden Dome" pertama kali dicetuskan Trump pada Mei 2025. Proyek ini dirancang untuk menangkal ancaman udara generasi terbaru, termasuk rudal balistik dan jelajah. Trump menargetkan sistem ini sudah dapat beroperasi sepenuhnya pada akhir masa jabatannya.
Ketegangan meningkat saat Trump ditanya apakah ia bersedia meninggalkan aliansi NATO demi mendapatkan Greenland. Trump memberikan jawaban yang provokatif mengenai opsi kebijakan luar negerinya.
"Tentu saja saya tidak akan melepaskan pilihan-pilihan yang ada, tetapi Greenland sangat penting bagi keamanan nasional, termasuk bagi Denmark," tegas Trump.
Ia secara terbuka meragukan kemampuan Denmark dalam menjaga wilayah tersebut dari pengaruh kekuatan besar lainnya seperti Rusia dan Tiongkok. Trump merujuk pada aksi militer AS di Venezuela pekan lalu sebagai bukti kekuatan Amerika.
"Masalahnya adalah tidak ada yang bisa dilakukan Denmark jika Rusia atau Tiongkok ingin menduduki Greenland, tetapi ada banyak hal yang bisa kami lakukan. Kami membuktikan hal itu minggu lalu dengan Venezuela," tambahnya.
Trump menutup pernyataannya dengan menegaskan ketidakyakinannya terhadap kekuatan militer sekutunya tersebut. "Saya tidak bisa mengandalkan kemampuan Denmark untuk mempertahankan diri mereka sendiri," pungkasnya.
Pernyataan ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik antara Washington dan Kopenhagen, di mana kedua pihak sebelumnya telah menyatakan perbedaan pandangan yang fundamental terkait status kedaulatan Greenland. (BBC/Z-2)
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Ilmuwan mengungkap penyebab zona gelap di lapisan es Greenland. Debu kaya fosfor memicu pertumbuhan alga yang mempercepat pencairan es akibat perubahan iklim.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menolak tawaran kapal rumah sakit Donald Trump dan menyindir sistem kesehatan AS yang berbayar.
Greenland mungkin melihat garis pantainya berubah ke arah yang berbeda dibandingkan kota-kota pesisir dunia lainnya. Tapi secara keseluruhan, laut dunia terus naik
Menlu AS Marco Rubio berupaya redakan ketegangan transatlantik di Munich 2026. Simak komitmen Washington dan respons pemimpin Eropa terkait keamanan NATO.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengecam negara-negara NATO.
Donald Trump pertimbangkan AS keluar dari NATO setelah sekutu tolak amankan Selat Hormuz. Ia tegaskan militer AS tidak butuh bantuan siapa pun dalam konflik Iran.
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekecewaan setelah negara-negara NATO menolak bantuannya di Selat Hormuz. Trump sebut NATO buat kesalahan konyol.
Presiden Donald Trump mengkritik sekutu NATO yang enggan terlibat militer di Selat Hormuz saat harga minyak melonjak akibat konflik Iran.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Kanselir Jerman Friedrich Merz dan pemimpin NATO desak Donald Trump batalkan penangguhan sanksi minyak Rusia demi menjaga tekanan internasional terhadap Kremlin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved