Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Trump Tak Tutup Opsi Keluar NATO Demi Greenland

Thalatie K Yani
15/1/2026 05:27
Trump Tak Tutup Opsi Keluar NATO Demi Greenland
Donald Trump saat berpidato di NATO 2025(White House)

PRESIDEN Donald Trump kembali menegaskan ambisinya untuk menguasai Greenland sebagai bagian dari strategi keamanan nasional Amerika Serikat. Dalam pernyataan terbaru di Oval Office, Trump memberikan sinyal kuat, ia tidak akan membatasi pilihannya, termasuk kemungkinan meninggalkan aliansi NATO, demi mencapai tujuan tersebut.

Saat ditanya wartawan apakah ia akan menghormati batasan yang ditetapkan oleh kepemimpinan Greenland dalam upayanya mengakuisisi wilayah tersebut, Trump tidak memberikan jawaban langsung. "Kita akan lihat apa yang terjadi dengan Greenland," ujarnya singkat.

Proyek "Golden Dome" dan Ancaman Global

Trump menyatakan ia masih perlu menerima laporan lengkap mengenai pertemuan yang berlangsung antara pejabat AS dengan pemimpin Denmark serta Greenland. Namun, ia menekankan kembali kepemilikan Greenland sangat penting bagi pertahanan AS, terutama untuk proyek sistem pertahanan rudal yang ia sebut sebagai "Golden Dome".

Sistem "Golden Dome" pertama kali dicetuskan Trump pada Mei 2025. Proyek ini dirancang untuk menangkal ancaman udara generasi terbaru, termasuk rudal balistik dan jelajah. Trump menargetkan sistem ini sudah dapat beroperasi sepenuhnya pada akhir masa jabatannya.

Keraguan terhadap Kemampuan Denmark

Ketegangan meningkat saat Trump ditanya apakah ia bersedia meninggalkan aliansi NATO demi mendapatkan Greenland. Trump memberikan jawaban yang provokatif mengenai opsi kebijakan luar negerinya.

"Tentu saja saya tidak akan melepaskan pilihan-pilihan yang ada, tetapi Greenland sangat penting bagi keamanan nasional, termasuk bagi Denmark," tegas Trump.

Ia secara terbuka meragukan kemampuan Denmark dalam menjaga wilayah tersebut dari pengaruh kekuatan besar lainnya seperti Rusia dan Tiongkok. Trump merujuk pada aksi militer AS di Venezuela pekan lalu sebagai bukti kekuatan Amerika.

"Masalahnya adalah tidak ada yang bisa dilakukan Denmark jika Rusia atau Tiongkok ingin menduduki Greenland, tetapi ada banyak hal yang bisa kami lakukan. Kami membuktikan hal itu minggu lalu dengan Venezuela," tambahnya.

Trump menutup pernyataannya dengan menegaskan ketidakyakinannya terhadap kekuatan militer sekutunya tersebut. "Saya tidak bisa mengandalkan kemampuan Denmark untuk mempertahankan diri mereka sendiri," pungkasnya.

Pernyataan ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik antara Washington dan Kopenhagen, di mana kedua pihak sebelumnya telah menyatakan perbedaan pandangan yang fundamental terkait status kedaulatan Greenland. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya