Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH opini hukum rahasia dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan Presiden Donald Trump tidak dibatasi hukum domestik maupun internasional, saat menyetujui operasi militer untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Dokumen setebal 20-30 halaman yang disusun oleh Office of Legal Counsel (OLC) tersebut telah diserahkan kepada para anggota parlemen pada Selasa waktu setempat. Menurut sumber yang telah membaca memo itu, argumen utama dokumen ini berpusat pada otoritas konstitusional presiden sebagai Panglima Tertinggi (Commander-in-Chief).
Opini hukum ini dilaporkan dikembangkan berdasarkan memo tahun 1989 yang ditulis oleh William Barr, mantan Jaksa Agung di masa jabatan pertama Trump. Doktrin tersebut berargumen seorang presiden memiliki "otoritas konstitusional yang melekat" untuk memerintahkan penangkapan individu di luar negeri, bahkan jika tindakan tersebut melanggar hukum internasional.
Memo terbaru ini melangkah lebih jauh dengan menetapkan Trump tidak dibatasi oleh undang-undang domestik, termasuk War Powers Act. Meski operasi tersebut dilakukan tanpa otorisasi Kongres.
Analisis dalam dokumen tersebut menilai bahwa skala, ruang lingkup, dan durasi operasi penangkapan Maduro tidak masuk dalam kategori "perang" menurut pengertian konstitusional. Oleh karena itu, persetujuan awal dari Kongres dianggap tidak diperlukan.
"Presiden Trump berkomitmen untuk menegakkan hukum Amerika Serikat, dan keberhasilan penyerahan Nicolas Maduro ke Amerika Serikat untuk mempertanggungjawabkan kejahatan seumur hidupnya adalah sah secara hukum," ujar seorang pejabat Gedung Putih kepada CNN.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa operasi ini merupakan upaya menyeluruh pemerintah untuk menangkap kepala organisasi teroris asing pengedar narkoba yang telah lama menjadi buronan keadilan Amerika. "Departemen Kehakiman secara rutin mengeksekusi surat perintah penangkapan federal di luar negeri," imbuhnya.
Meskipun pemerintah bersikeras bahwa penyerbuan tersebut adalah operasi penegakan hukum murni, anggota parlemen dari Partai Demokrat menolak argumen tersebut. Mereka berpendapat bahwa menggulingkan kepala negara yang sedang berkuasa dengan kekuatan militer merupakan tindakan perang yang nyata.
Di sisi lain, pejabat pemerintahan Trump membantah bahwa operasi ini bertujuan untuk pergantian rezim. Mereka beralasan bahwa struktur pemerintahan Venezuela tetap utuh dan kini dipimpin oleh wakil Maduro, Delcy Rodriguez.
Kontroversi ini memicu perdebatan luas mengenai batasan kekuasaan eksekutif presiden AS dalam melakukan operasi militer luar negeri dengan dalih penegakan hukum federal. (CNN/Z-2)
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Departemen Kehakiman AS menyerahkan daftar 300 lebih tokoh yang muncul dalam dokumen Jeffrey Epstein ke Kongres.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
Sidang Departemen Kehakiman AS terkait berkas Jeffrey Epstein berujung ricuh. Jaksa Agung Pam Bondi bela sensor dokumen di hadapan para korban yang hadir.
Demokrat tuding Jaksa Agung Pam Bondi tutupi berkas Jeffrey Epstein dan jadikan DOJ alat balas dendam Trump.
Departemen Kehakiman AS resmi mengakhiri peninjauan berkas Jeffrey Epstein, namun Kongres tetap melanjutkan penyelidikan. Nama Trump dan Clinton kembali jadi sorotan.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) menarik ribuan dokumen kasus Jeffrey Epstein setelah identitas para penyintas bocor akibat kesalahan redaksi yang fatal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved