Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Venezuela akan menggunakan dana hasil kesepakatan minyak dengan AS hanya untuk membeli produk-produk buatan Amerika (American Made Products). Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu waktu setempat.
Menurut Trump, dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai sektor penting di Venezuela, mulai dari kebutuhan pokok hingga infrastruktur energi.
“Saya baru saja diberitahu bahwa Venezuela akan membeli HANYA Produk Buatan Amerika, dengan uang yang mereka terima dari Kesepakatan Minyak baru kami. Pembelian ini akan mencakup, antara lain, Produk Pertanian Amerika, serta Obat-obatan Buatan Amerika, Perangkat Medis, dan Peralatan untuk meningkatkan Jaringan Listrik dan Fasilitas Energi Venezuela,” tulis Trump.
Trump menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen Venezuela untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai mitra bisnis utama mereka. Pernyataan ini menyusul pengumuman sebelumnya bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat untuk dijual sesuai harga pasar, dengan hasil penjualan yang dikendalikan oleh pihak AS.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah berkomunikasi dengan para menteri luar negeri negara-negara G7 untuk membahas operasi AS di Venezuela. Berdasarkan laporan resmi Departemen Luar Negeri, diskusi tersebut berfokus pada transisi kekuasaan di negara Amerika Selatan itu.
“Rubio dan para menteri luar negeri membahas kebutuhan untuk memastikan transisi kekuasaan yang tepat dan bijaksana di Venezuela,” bunyi keterangan tertulis yang dirilis Rabu.
Meskipun pembicaraan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama berkelanjutan, beberapa pejabat dari negara G7 dilaporkan menyatakan kekhawatiran mengenai dampak operasi ini terhadap hukum internasional.
Terkait situasi di internal Venezuela, Temir Porras, mantan kepala staf mendiang pemimpin Nicolas Maduro, memberikan pandangannya mengenai kepemimpinan Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez. Menurutnya, Rodriguez menghadapi tugas berat untuk menjaga stabilitas negara di tengah tekanan kebijakan luar negeri AS.
“Kita sedang berhadapan dengan pemerintah (AS) yang mengancam dunia. Mereka mengancam Venezuela, tetapi juga mengancam Greenland,” ujar Porras kepada CNN. “Dan kita telah membayar harga dari kebijakan pemerintahan Trump. Jadi saya percaya kepemimpinan kami di Venezuela menunjukkan kedewasaan dan keseimbangan dalam langkah-langkah yang mereka ambil.”
Hingga saat ini, pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela belum memberikan komentar resmi terkait mekanisme pembelian produk AS yang diklaim oleh Trump tersebut. (CNN/Z-2)
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved