Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Trump Klaim Venezuela Hanya Akan Beli Produk AS dari Hasil Penjualan Minyak

Thalatie K Yani
08/1/2026 06:00
Trump Klaim Venezuela Hanya Akan Beli Produk AS dari Hasil Penjualan Minyak
Presiden Donald Trump mengumumkan Venezuela berkomitmen menggunakan hasil kesepakatan minyak untuk membeli produk-produk buatan Amerika Serikat.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Venezuela akan menggunakan dana hasil kesepakatan minyak dengan AS hanya untuk membeli produk-produk buatan Amerika (American Made Products). Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu waktu setempat.

Menurut Trump, dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai sektor penting di Venezuela, mulai dari kebutuhan pokok hingga infrastruktur energi.

“Saya baru saja diberitahu bahwa Venezuela akan membeli HANYA Produk Buatan Amerika, dengan uang yang mereka terima dari Kesepakatan Minyak baru kami. Pembelian ini akan mencakup, antara lain, Produk Pertanian Amerika, serta Obat-obatan Buatan Amerika, Perangkat Medis, dan Peralatan untuk meningkatkan Jaringan Listrik dan Fasilitas Energi Venezuela,” tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen Venezuela untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai mitra bisnis utama mereka. Pernyataan ini menyusul pengumuman sebelumnya bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat untuk dijual sesuai harga pasar, dengan hasil penjualan yang dikendalikan oleh pihak AS.

Diplomasi Internasional dan Transisi Kekuasaan

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah berkomunikasi dengan para menteri luar negeri negara-negara G7 untuk membahas operasi AS di Venezuela. Berdasarkan laporan resmi Departemen Luar Negeri, diskusi tersebut berfokus pada transisi kekuasaan di negara Amerika Selatan itu.

“Rubio dan para menteri luar negeri membahas kebutuhan untuk memastikan transisi kekuasaan yang tepat dan bijaksana di Venezuela,” bunyi keterangan tertulis yang dirilis Rabu.

Meskipun pembicaraan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama berkelanjutan, beberapa pejabat dari negara G7 dilaporkan menyatakan kekhawatiran mengenai dampak operasi ini terhadap hukum internasional.

Respon dari Pihak Venezuela

Terkait situasi di internal Venezuela, Temir Porras, mantan kepala staf mendiang pemimpin Nicolas Maduro, memberikan pandangannya mengenai kepemimpinan Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez. Menurutnya, Rodriguez menghadapi tugas berat untuk menjaga stabilitas negara di tengah tekanan kebijakan luar negeri AS.

“Kita sedang berhadapan dengan pemerintah (AS) yang mengancam dunia. Mereka mengancam Venezuela, tetapi juga mengancam Greenland,” ujar Porras kepada CNN. “Dan kita telah membayar harga dari kebijakan pemerintahan Trump. Jadi saya percaya kepemimpinan kami di Venezuela menunjukkan kedewasaan dan keseimbangan dalam langkah-langkah yang mereka ambil.”

Hingga saat ini, pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela belum memberikan komentar resmi terkait mekanisme pembelian produk AS yang diklaim oleh Trump tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya