Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Putra Maduro Kecam Penangkapan Orangtuanya: Tidak Ada Negara yang Aman

Thalatie K Yani
06/1/2026 06:13
Putra Maduro Kecam Penangkapan Orangtuanya: Tidak Ada Negara yang Aman
Nicolás Maduro Guerra mengutuk keras operasi AS yang menangkap ayahnya. Sementara itu, Maduro ditahan di penjara MDC Brooklyn yang dijuluki "neraka dunia".(Instagram)

ANGGOTA Kongres Venezuela sekaligus putra dari mantan presiden Nicolás Maduro, Nicolás Maduro Guerra, menyampaikan pidato pertamanya usai penangkapan kedua orangtuanya oleh pasukan Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang penuh kecaman tersebut, Maduro Guerra menyebut tindakan AS sebagai preseden buruk bagi kedaulatan dunia.

"Jika kita menormalkan penculikan seorang kepala negara, tidak ada negara yang aman," tegas Maduro Guerra dalam pidatonya. "Hari ini Venezuela. Besok, bisa jadi negara mana pun yang menolak untuk tunduk. Ini bukan masalah regional. Ini adalah ancaman langsung terhadap stabilitas politik global."

Selain menuntut pembebasan segera ayahnya dan ibunya, Cilia Flores, Maduro Guerra juga mengutuk keputusan Amerika Serikat yang mencantumkan namanya dalam daftar dakwaan (indictment). Saat ini, Nicolás Maduro dan Cilia Flores dilaporkan tengah mendekam di Pusat Penahanan Metropolitan (MDC) di Brooklyn, New York.

Kondisi Penjara Neraka di Bumi

Fasilitas penahanan MDC Brooklyn yang kini menjadi rumah bagi Maduro menuai sorotan tajam. Sejumlah pengacara di Amerika Serikat bahkan menjuluki penjara federal tersebut sebagai "neraka di bumi" akibat masalah kepadatan penghuni dan kurangnya staf yang memicu kekerasan antar-tahanan.

Kritik terhadap fasilitas ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Pada 2019, Jaksa Agung New York saat itu, Letitia James, menyebut kondisi di dalam penjara tersebut "tidak dapat diterima dan tidak manusiawi". Seorang hakim bahkan pernah menyatakan  "kekacauan berkuasa, seiring dengan kekerasan yang tidak terkendali" di fasilitas tersebut. Kondisi yang buruk ini sempat membuat beberapa hakim ragu untuk mengirimkan terdakwa ke sana.

Meski memiliki reputasi buruk, MDC tetap menjadi pilihan utama otoritas AS untuk menahan tahanan profil tinggi karena statusnya sebagai satu-satunya penjara federal di New York City. Sebelum Maduro, penjara ini pernah menampung mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernández, yang baru saja diampuni Donald Trump tahun lalu, serta tokoh-tokoh kontroversial lainnya seperti Ghislaine Maxwell dan rapper Sean "Diddy" Combs.

Kini, dunia internasional menunggu langkah hukum selanjutnya dari pengadilan New York, di tengah desakan dari sisa-sisa rezim Maduro yang menuntut pembebasan mantan pemimpin mereka. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya