Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Kongres Venezuela sekaligus putra dari mantan presiden Nicolás Maduro, Nicolás Maduro Guerra, menyampaikan pidato pertamanya usai penangkapan kedua orangtuanya oleh pasukan Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang penuh kecaman tersebut, Maduro Guerra menyebut tindakan AS sebagai preseden buruk bagi kedaulatan dunia.
"Jika kita menormalkan penculikan seorang kepala negara, tidak ada negara yang aman," tegas Maduro Guerra dalam pidatonya. "Hari ini Venezuela. Besok, bisa jadi negara mana pun yang menolak untuk tunduk. Ini bukan masalah regional. Ini adalah ancaman langsung terhadap stabilitas politik global."
Selain menuntut pembebasan segera ayahnya dan ibunya, Cilia Flores, Maduro Guerra juga mengutuk keputusan Amerika Serikat yang mencantumkan namanya dalam daftar dakwaan (indictment). Saat ini, Nicolás Maduro dan Cilia Flores dilaporkan tengah mendekam di Pusat Penahanan Metropolitan (MDC) di Brooklyn, New York.
Fasilitas penahanan MDC Brooklyn yang kini menjadi rumah bagi Maduro menuai sorotan tajam. Sejumlah pengacara di Amerika Serikat bahkan menjuluki penjara federal tersebut sebagai "neraka di bumi" akibat masalah kepadatan penghuni dan kurangnya staf yang memicu kekerasan antar-tahanan.
Kritik terhadap fasilitas ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Pada 2019, Jaksa Agung New York saat itu, Letitia James, menyebut kondisi di dalam penjara tersebut "tidak dapat diterima dan tidak manusiawi". Seorang hakim bahkan pernah menyatakan "kekacauan berkuasa, seiring dengan kekerasan yang tidak terkendali" di fasilitas tersebut. Kondisi yang buruk ini sempat membuat beberapa hakim ragu untuk mengirimkan terdakwa ke sana.
Meski memiliki reputasi buruk, MDC tetap menjadi pilihan utama otoritas AS untuk menahan tahanan profil tinggi karena statusnya sebagai satu-satunya penjara federal di New York City. Sebelum Maduro, penjara ini pernah menampung mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernández, yang baru saja diampuni Donald Trump tahun lalu, serta tokoh-tokoh kontroversial lainnya seperti Ghislaine Maxwell dan rapper Sean "Diddy" Combs.
Kini, dunia internasional menunggu langkah hukum selanjutnya dari pengadilan New York, di tengah desakan dari sisa-sisa rezim Maduro yang menuntut pembebasan mantan pemimpin mereka. (BBC/Z-2)
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved