Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut) mengumumkan telah melakukan uji coba rudal hipersonik pada Minggu (4/1). Rudal tersebut dilaporkan berhasil mengenai target sejauh 1.000 kilometer di wilayah perairan timur negara itu, berdasarkan pemberitaan media resmi Korut.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin (5/1) menyebutkan bahwa pemimpin Korut Kim Jong Un secara langsung memimpin peluncuran rudal dari Pyongyang ke arah timur laut.
"Merupakan tugas strategis yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal," kata Kim seperti dikutip KCNA.
Kim menyatakan uji coba tersebut membuktikan kesiapan kekuatan nuklir Korut yang dijalankan tanpa keraguan serta memberikan rasa percaya diri bagi negara itu.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa sedikitnya dua rudal balistik diluncurkan dari wilayah pantai barat Korut pada Minggu, masing-masing sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat.
Menurut kementerian tersebut, kedua rudal mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer dan menempuh jarak terbang sekitar 900 kilometer dan 950 kilometer.
Rudal-rudal itu diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.
Dalam pernyataannya, Kim juga menekankan perlunya Korut untuk terus memperkuat kemampuan militernya, khususnya sistem persenjataan ofensif.
Ia menilai bahwa langkah membuat para pesaing terus-menerus menyadari kesiapan sistem ofensif Korut merupakan strategi yang efektif dalam menerapkan pencegahan perang.
Kim mengatakan aktivitas itu bertujuan untuk membuat 'daya tangkal perang nuklir' Korut sangat maju, menurut laporan KCNA.
Secara tidak langsung, Kim menyinggung peristiwa penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat sebagai alasan mengapa Korut harus memiliki kekuatan nuklir dan militer yang tangguh.
"Mengapa hal itu (senjata nuklir) diperlukan, dicontohkan oleh krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit," kata Kim.
Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Korut mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela, menyebutnya sebagai 'bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling serius' serta 'pelanggaran sewenang-wenang' terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
Kementerian tersebut menilai aksi itu mencerminkan 'sifat liar dan brutal' Amerika Serikat.
Sejumlah media Korea Selatan menafsirkan peluncuran rudal tersebut sebagai pesan peringatan kepada Presiden Lee Jae Myung agar tidak membahas program nuklir Korut dalam pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Senin.
Sebelumnya, dalam parade militer yang digelar di Pyongyang pada Oktober lalu, Korut sempat memamerkan rudal balistik jarak pendek Hwasong-11 yang dilengkapi hulu ledak hipersonik. (Ant/E-4)
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un memamerkan puluhan peluncur roket berkemampuan nuklir menjelang kongres penting Partai Buruh, menurut media negara.
PARTAI Buruh Korea Utara membuka kongres, demikian dilaporkan media resminya, Jumat (20/2), yang menandai dimulainya pertunjukan politik untuk mengungkap fase berikutnya senjata nuklir
Kemunculan Kim Ju Ae kian intens jelang kongres Partai Buruh. Intelijen Korea Selatan menilai putri Kim Jong Un disiapkan sebagai penerus.
Badan intelijen Korea Selatan (NIS) menyebut Kim Ju Ae kini resmi menjadi calon penerus Kim Jong Un.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Korea Utara sukses uji coba sistem peluncur roket kaliber besar dengan teknologi pemandu presisi. Kim Jong Un sebut ini pencegah perang nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved