Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tiongkok Bangun Bendungan Raksasa di Tibet, India dan Bangladesh Meradang

Ferdian Ananda Majni
23/12/2025 14:15
Tiongkok Bangun Bendungan Raksasa di Tibet, India dan Bangladesh Meradang
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (22/12/2025).(Antara/Desca Lidya Natalia)

TIONGKOK memulai pembangunan bendungan raksasa di Sungai Yarlung Zangbo, Tibet, yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di dunia. Proyek tersebut secara simbolis diluncurkan oleh Perdana Menteri Li Qiang di wilayah Nyingchi, Tibet, pada Juli lalu.

Mega bendungan yang dibangun di kawasan kaki Pegunungan Himalaya itu mencakup lima pembangkit listrik tenaga air di Sungai Yarlung Zangbo, yang dikenal sebagai Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Jamuna di Bangladesh. Sungai lintas negara ini memiliki peran vital bagi ratusan juta penduduk di Asia Selatan.

Menurut laporan media Al Jazeera yang mengutip kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, proyek tersebut telah dirancang dalam waktu lama dan memperoleh persetujuan resmi pada Desember tahun lalu. Total biaya pembangunan diperkirakan mencapai 1,2 triliun yuan atau sekitar Rp2.832 triliun.

Bendungan ini dibangun sekitar 30 kilometer dari wilayah perbatasan Tiongkok dan India, kawasan sengketa yang hingga kini dijaga puluhan ribu personel militer dari kedua negara. Setelah rampung, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan energi hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan Bendungan Tiga Ngarai di Sungai Yangtze.

Media Pemerintah Xinhua, melaporkan bendungan ini ditargetkan memproduksi sekitar 300 juta megawatt jam listrik setiap tahun. Energi tersebut diperoleh dari penurunan elevasi sungai hingga dua kilometer dalam jarak sekitar 50 kilometer, ketika aliran sungai berkelok melalui ngarai berbentuk U.

Bendungan Yarlung Zangbo merupakan bagian dari strategi nasional Tiongkok untuk menyalurkan listrik dari wilayah barat ke kawasan timur yang lebih padat penduduk, sekaligus memperkuat kendali Beijing atas sumber daya air lintas batas. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan milik negara, Power Construction Corporation of China.

Meski otoritas Tiongkok menegaskan pembangunan bendungan tidak akan merugikan negara-negara di hilir, hingga kini belum ada studi kelayakan maupun analisis mengenai dampak lingkungan yang dipublikasikan secara terbuka.

Berpotensi rusak ekosistem

Sejumlah pihak menyuarakan kekhawatiran. Pemerintah Tibet mengkritik proyek tersebut karena dinilai berpotensi merusak ekosistem dan mengancam kehidupan jutaan orang. Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh India dan Bangladesh.

Kedua negara menilai bendungan itu sebagai ancaman strategis, karena dikhawatirkan dapat digunakan untuk menahan atau mengalihkan aliran air ke wilayah mereka. 

Sungai Yarlung Zangbo, yang dikenal sebagai Sungai Siang di Arunachal Pradesh dan Brahmaputra di Assam, menjadi sumber kehidupan bagi sekitar 130 juta penduduk India.

Setelah memasuki Bangladesh sebagai Sungai Jamuna, aliran air tersebut menopang kehidupan sekitar 160 juta orang, menjadikan proyek bendungan ini sebagai isu regional yang sensitif dan berpotensi memicu ketegangan geopolitik. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik