Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Siapkan Serangan Baru ke Iran, Israel Minta Dukungan AS

Ferdian Ananda Majni
21/12/2025 14:27
Siapkan Serangan Baru ke Iran, Israel Minta Dukungan AS
Israel serang Iran pada Juni.(Al Jazeera)

ISRAEL dilaporkan tengah menyiapkan rencana serangan militer baru terhadap Iran. Para pejabatnya bersiap memberikan pengarahan langsung kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai langkah tersebut.

Menurut laporan NBC News, Sabtu (20/12), kekhawatiran utama Israel kali ini berfokus pada dugaan perluasan program rudal balistik Iran, yang dinilai sebagai ancaman keamanan baru oleh Tel Aviv.

"Mereka sedang bersiap menyampaikan argumen selama pertemuan mendatang dengan Trump bahwa hal itu menimbulkan ancaman baru," tulis NBC News mengutip seorang sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang rencana tersebut serta empat mantan pejabat AS yang telah diberi pengarahan.

Para pejabat Israel meyakini bahwa Iran saat ini tengah membangun kembali fasilitas yang berkaitan dengan produksi rudal balistik, sekaligus memperbaiki sistem pertahanan udara yang rusak akibat serangan sebelumnya pada Juni lalu. 

Menurut mereka, pengembangan rudal balistik dianggap lebih mendesak dibandingkan aktivitas pengayaan nuklir Iran.

"Program senjata nuklir sangat mengkhawatirkan. Ada upaya untuk membangun kembali. Itu tidak begitu mendesak," kata salah satu sumber yang mengetahui rencana Israel tersebut kepada NBC News, merujuk pada aktivitas nuklir Teheran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengangkat isu ini dalam pertemuannya dengan Trump pada akhir bulan ini. 

Pembahasan tersebut disebut akan mencakup kemungkinan dukungan atau keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam langkah militer Israel ke depan.

Trump sendiri sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa serangan militer AS pada Juni lalu telah menghancurkan kemampuan nuklir Iran. Ia juga memperingatkan Teheran agar tidak mencoba membangun kembali fasilitas nuklirnya.

"Jika mereka ingin kembali tanpa kesepakatan, kita akan menghancurkannya juga," kata Trump awal bulan ini. 

"Kita dapat melumpuhkan rudal mereka dengan sangat cepat," tambahnya.

Seorang juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Iran telah memperkuat penilaian AS bahwa serangan pada Juni lalu dipastikan menghancurkan kapasitas nuklir Iran.

Israel diketahui melancarkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni dengan menargetkan fasilitas nuklir, pejabat militer senior, serta ilmuwan nuklir. 

Tel Aviv menuduh Teheran tengah mengembangkan program senjata nuklir secara rahasia. Amerika Serikat kemudian ikut melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni lalu.

Iran membantah tuduhan tersebut dan merespons serangan Israel dengan meluncurkan rentetan rudal, termasuk serangan terhadap pangkalan militer AS di Qatar.

Ketegangan ini berlangsung di tengah desakan IAEA agar Iran memberikan akses ke sejumlah fasilitas nuklir yang rusak, termasuk di Natanz, Fordow, dan Isfahan. 

Badan tersebut menyatakan Iran perlu memastikan apakah lokasi-lokasi itu masih dapat diakses. Namun, Teheran menolak tuntutan tersebut dan menyebutnya tidak masuk akal. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya