Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Polisi Ungkap Pelaku Serangan Bom Asap di Taipei, Eks Prajurit Militer

Ferdian Ananda Majni
21/12/2025 10:02
Polisi Ungkap Pelaku Serangan Bom Asap di Taipei, Eks Prajurit Militer
(ANTARA)

POLISI Taiwan mengungkap identitas pelaku serangan bom asap dan penusukan di Taipei yang menewaskan empat orang, termasuk pelaku sendiri. Aparat menyebut pelaku memiliki latar belakang militer dan pernah bertugas sebagai prajurit sebelum diberhentikan.

Presiden Taiwan Lai Ching-te berjanji akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut. Dalam serangan itu, pelaku menewaskan tiga orang, sementara sedikitnya 11 korban lainnya mengalami luka-luka.

Pihak kepolisian mengidentifikasi tersangka sebagai pria berusia 27 tahun bermarga Chang. Ia diketahui sedang dalam status buron karena mangkir dari kewajiban dinas cadangan militer. 

Chang sebelumnya pernah bertugas di militer, namun dikeluarkan dari dinas akibat pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk.

Lai Ching-te menjelaskan bahwa pelaku tewas setelah melompat dari sebuah gedung saat berupaya menghindari penangkapan. Para pejabat menilai serangan tersebut dilakukan secara sengaja, meski hingga kini motif pastinya masih belum dapat dipastikan.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang secara tragis kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang mengerikan dan kejam semalam, dan menyampaikan simpati saya kepada keluarga mereka," kata Lai.

Presiden Taiwan itu juga menegaskan telah memerintahkan aparat untuk melakukan penyelidikan penuh dan mendalam. Ia meminta otoritas keamanan agar bertindak lebih waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

"Pihak berwenang harus lebih berhati-hati dan proaktif serta meningkatkan protokol darurat," sebutnya.

"Begitu panggilan atau pesan diterima, pasukan reaksi cepat harus tiba secepat mungkin dan harus mampu menghentikan serangan semacam itu," lanjut Lai.

Ia menambahkan bahwa pasukan tersebut perlu mendapatkan pelatihan dan perlengkapan khusus untuk operasi kontra-terorisme guna menjamin keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Taiwan Chang Jung-hsin menyatakan bahwa pelaku bertindak seorang diri. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap latar belakang dan motif di balik aksi tersebut.

"Dia bertindak sesuai dengan rencana, untuk membunuh orang secara acak. Mengenai motifnya, saya pikir masih perlu terus dipahami dan diselidiki," jelas Chang.

Seorang saksi mata bernama Louis, 36, mengaku melihat pelaku di Stasiun Zhongshan, tak lama setelah mendengar kabar serangan pertama di stasiun utama Taipei. Ia menyaksikan langsung saat pelaku melemparkan bom asap.

"Saya melihatnya berjalan ke tengah jalan. Saya bertanya-tanya mengapa dia berjongkok di tengah jalan dan kemudian saya melihatnya melemparkan bom asap," kata Louis.

Menurut Louis, suasana di lokasi kejadian langsung berubah kacau. Ia segera melarikan diri setelah menyadari ancaman tersebut.

"Ketika dia melemparkannya, saya merasa ada yang tidak beres, jadi saya berbalik dan berlari," ujarnya.

"Ada banyak orang di sana pada saat itu, dan sangat kacau. Saya masih merasa terguncang," pungkas Louis. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya