Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Konflik dengan Thailand Memanas, Mengapa Militer Kamboja tak Punya Jet Tempur?

Ferdian Ananda Majni
12/12/2025 12:37
Konflik dengan Thailand Memanas, Mengapa Militer Kamboja tak Punya Jet Tempur?
Peta wilayah Kamboja dan Thailand.(Dok. Google Earth)

ANGKATAN Udara Kerajaan Kamboja (RCAF) kembali menjadi sorotan seiring memanasnya konflik perbatasan dengan Thailand. Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kekuatan militer kedua negara, RCAF dinilai memiliki kemampuan udara yang sangat terbatas.

Mengutip The National Interest, Jumat (12/12) Kamboja hanya mengoperasikan sekitar 24-25 unit pesawat yang seluruhnya berperan sebagai pesawat angkut dan helikopter utilitas, tanpa satu pun jet tempur aktif. Total personel udaranya pun relatif kecil, sekitar 1.500 orang.

Mengapa Kamboja tidak Memiliki Jet Tempur?

1. Fokus Pesawat untuk Diplomasi Jarak Jauh

RCAF hingga kini tidak mengoperasikan jet tempur berkemampuan tempur. Armada sayap tetapnya didominasi pesawat angkut, termasuk satu Airbus A320 untuk keperluan VIP dan pemerintahan.

Pesawat ini kerap dipakai Perdana Menteri dan pejabat tinggi saat melakukan perjalanan internasional, sehingga A320 menjadi setara Air Force One versi Kamboja, ini menunjukkan bahwa prioritas negara tersebut lebih tertuju pada diplomasi ketimbang kemampuan tempur.

2. Mengandalkan Pesawat Buatan Tiongkok

Untuk mobilitas yang lebih ringan dan fleksibel, RCAF menggunakan dua pesawat turboprop buatan Tiongkok, Xian MA60. Pesawat ini menjadi tulang punggung transportasi pasukan, logistik, hingga evakuasi medis, terutama untuk wilayah pedesaan yang sulit diakses.

RCAF juga mengoperasikan satu Harbin Y-12, pesawat STOL (short takeoff and landing) yang ideal untuk landasan pendek dan daerah terpencil.

Selain itu, armadanya dilengkapi Britten-Norman BN-2 Islander, pesawat baling-baling ganda asal Inggris yang digunakan untuk pengawasan, pelatihan dan transportasi jarak pendek.

3. Pernah Memiliki MiG-21 dan Aero L-39 Albatros

Secara historis, RCAF sempat memiliki MiG-21 dan Aero L-39 Albatros dalam jumlah terbatas. Namun kedua jet tersebut telah dipensiunkan karena faktor usia dan minimnya infrastruktur pemeliharaan. Rencana pembelian lima L-39NG sempat dibahas, tetapi belum ada keputusan resmi. Kondisi ini membuat Kamboja tetap tanpa jet tempur operasional hingga kini.

4. Mengandalkan Helikopter

Kekuatan utama RCAF justru berada pada armada helikopter. Helikopter seri Mi-8 dan Mi-17 buatan Rusia menjadi tulang punggung mobilitas udara, dengan sekitar sepuluh unit yang digunakan untuk transportasi pasukan, penyaluran bantuan kemanusiaan, hingga tugas tanggap bencana.

Ketangguhan helikopter ini dianggap cocok dengan medan Kamboja yang dipenuhi hutan, pegunungan dan daerah rawan banjir.

Selain itu, RCAF memiliki Harbin Z-9 buatan Tiongkok untuk misi multiperan seperti komando dan kendali, pengintaian, serta utilitas ringan. Beberapa helikopter lain seperti Eurocopter AS350 Ecureuil dan AgustaWestland AW109 juga memperkuat operasi udara negara tersebut.
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik