Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

AS Akui Komandan AL Perintahkan Serangan Kedua ke Kapal Narkoba Venezuela

Thalatie K Yani
02/12/2025 06:06
AS Akui Komandan AL Perintahkan Serangan Kedua ke Kapal Narkoba Venezuela
Gedung Putih mengonfirmasi komandan Angkatan Laut AS memerintahkan serangan kedua terhadap kapal narkoba Venezuela. (Media Sosial X)

GEDUNG Putih mengonfirmasi seorang komandan tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat memerintahkan putaran kedua serangan militer terhadap kapal yang diduga terkait narkoba asal Venezuela. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan “Laksamana (Frank) Bradley bekerja sepenuhnya dalam batas kewenangannya dan hukum” ketika mengeluarkan perintah tersebut.

Leavitt menjelaskan Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyetujui serangan pada 2 September, namun membantah laporan ia memberikan perintah verbal untuk “kill everybody” di atas kapal, sebagaimana pertama kali diberitakan Washington Post. Laporan tersebut memicu kekhawatiran lintas partai, dengan anggota legislatif Republik dan Demokrat mendukung peninjauan oleh Kongres terhadap operasi itu.

“Presiden (Donald) Trump dan Menteri Hegseth telah menegaskan kelompok narco-teroris yang ditetapkan presiden dapat menjadi sasaran mematikan sesuai hukum perang,” kata Leavitt. Ia menambahkan, “Presiden berhak menyingkirkan mereka jika mereka mengancam Amerika Serikat.”

Serangkaian laporan media mengenai dugaan perintah “habisi semua” memunculkan kembali pertanyaan tentang legalitas serangan militer AS terhadap kapal yang dicurigai membawa narkoba di Karibia. Dalam beberapa pekan terakhir, AS meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut dan melakukan serangan mematikan terhadap kapal penyelundup narkoba di perairan internasional dekat Venezuela dan Kolombia, sebagai bagian dari operasi pemberantasan narkotika.

Sejak awal September, lebih dari 80 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Pemerintahan Trump menyatakan tindakan itu sebagai bentuk bela diri untuk menghentikan peredaran obat terlarang menuju AS. “Tujuannya adalah menghentikan narkoba mematikan, menghancurkan kapal narco, dan membunuh narco-teroris yang meracuni rakyat Amerika,” tulis Hegseth di X.

Hegseth menyampaikan kepada anggota Kongres pada akhir pekan laporan-laporan tersebut “dibuat-buat, provokatif, dan merendahkan.” Trump juga menyatakan pada Minggu bahwa ia mempercayai menteri pertahanannya “100%”.

Komite Angkatan Bersenjata Senat, dipimpin Senator Roger Wicker dan Senator Demokrat Jack Reed, menyatakan telah meminta klarifikasi dari Departemen Pertahanan dan akan melakukan pengawasan ketat. Komite setara di DPR juga mengambil langkah bipartisan untuk memperoleh penjelasan menyeluruh mengenai operasi tersebut.

Menurut pernyataan Senin dari Joint Chiefs of Staff, ketuanya bertemu anggota komite pertahanan DPR dan Senat untuk membahas operasi kontra-narko-terorisme, termasuk “tujuan dan legalitas misi yang bertujuan mengganggu jaringan penyelundupan.”

Pemerintahan Trump menganggap operasi di Karibia sebagai konflik bersenjata non-internasional melawan kelompok penyelundup narkoba. Namun, aturan keterlibatan berdasarkan Konvensi Jenewa melarang penargetan peserta yang terluka, yang seharusnya ditangkap dan dirawat.

Dari Caracas, Majelis Nasional Venezuela mengecam serangan kapal tersebut dan berjanji melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan serangan kedua yang disebut menewaskan dua penyintas. Pemerintah Venezuela menuduh AS memicu ketegangan untuk menggoyang stabilitas negara itu. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik