Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Perusahaan teknologi pertahanan serta startup kecerdasan buatan (AI) menemukan pasar strategis dalam perang narkoba Presiden Trump yang semakin intensif. Sistem AI dan berbagai jenis drone yang sebelumnya dikembangkan untuk menghadapi Tiongkok atau gagal menunjukkan efektivitas di Ukraina, kini memperoleh peluang baru dalam operasi penegakan hukum berskala besar yang didorong teknologi.
Perusahaan drone dan teknologi pencitraan membantu Penjaga Pantai serta Angkatan Laut AS melakukan operasi pencegahan di Karibia. Di sisi lain, perusahaan AI dari Silicon Valley hingga Dubai memperkenalkan platform yang memungkinkan pemetaan jaringan penyelundup fentanil.
Di perbatasan selatan, sistem antidrone yang sebelumnya digunakan di Ukraina disesuaikan untuk menghadapi ancaman dari kartel Meksiko. Washington kembali menggunakan retorika dan instrumen hukum era perang melawan teror sehingga semakin banyak perusahaan besar dan kecil mengarahkan produk mereka ke pasar ini.
Teknologi seperti drone, sensor, AI, dan analitik data dipromosikan sebagai perangkat yang mendukung kampanye Trump melawan yang disebutnya sebagai teror narkotika. Upaya itu meningkat sejak September, ketika militer AS memulai serangan besar terhadap kapal kecil penyelundup narkoba yang menewaskan lebih dari 80 orang.
Beberapa negara tetangga menuding AS melakukan pembunuhan di luar hukum. Pemerintahan Trump menyatakan kartel narkoba sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional.
Meski ada kritik dari anggota parlemen AS, sejumlah negara sekutu, PBB, dan organisasi HAM, perusahaan sektor pertahanan tetap berlomba menawarkan teknologi mereka untuk operasi antinarkotika yang lebih luas. CEO Palantir Technologies, Alex Karp, tidak mengonfirmasi apakah teknologi perusahaannya terlibat dalam operasi tersebut, tetapi mendukung tindakan militer.
"Jika kami terlibat, saya sangat bangga," katanya seperti yang dilansir Wall Street Journal, Minggu (30/11). "Saya yakin fentanil adalah momok bagi kelas pekerja AS. Karenanya, saya mendukung yang mereka lakukan," tambahnya.
Rancangan strategi pertahanan nasional AS berikutnya disebut berfokus pada keamanan domestik dan hemisfer, pergeseran signifikan yang mengesampingkan kekhawatiran tentang Tiongkok.
Direktur Senior Misi Vannevar Labs, Aubrey Manes, mengatakan misi antinarkotika menciptakan sumber pendapatan baru bagi industri. Dengan AI, perusahaan membantu memetakan rantai pasokan narkoba, termasuk kelompok kriminal transnasional dan pemasok dari Tiongkok, serta memantau respons publik terhadap operasi kapal narkoba yang dituding berasal dari Venezuela.
Pada November, Penjaga Pantai menyita sekitar 60 ribu pon kokain di Pelabuhan Everglades, Florida, ini menjadi salah satu operasi terbesar. Penyitaan ini didukung drone produksi Shield AI yang dapat terbang di atas laut selama 13 jam dan menyediakan video langsung bagi operator. Dalam konferensi pers, salah satu pendiri Shield AI, Brandon Tseng, berseru, "Itu betul!" ketika pejabat Penjaga Pantai menjelaskan peran drone tersebut.
Shield AI, yang berdiri pada 2015 untuk mendukung operasi AS di Timur Tengah, sempat menghadapi perlambatan bisnis setelah perang Afghanistan dan Irak berakhir. Insiden kecelakaan uji coba tahun lalu yang menyebabkan cedera serius pada anggota militer membuat perusahaan itu gagal mencapai target.
Program antinarkotika kini membuka peluang baru. Dengan kontrak senilai US$198 juta pada 2024, Penjaga Pantai berencana memasang drone V-BAT di sejumlah kapal dan fasilitas di perbatasan selatan. Pejabat Penjaga Pantai, Anthony Antognoli, menyebut drone V-BAT berkontribusi pada penyitaan narkoba senilai lebih dari US$1 miliar sejak awal tahun.
Ia menekankan bahwa drone jarak jauh sangat penting mengingat luas wilayah operasi 4,5 juta mil persegi. "Mustahil melakukan pekerjaan itu hanya dengan manusia dan kapal pemotong patroli," ujarnya.
Rancangan anggaran presiden Juli lalu mengusulkan tambahan US$165 miliar untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri selama satu dekade. Ini mencakup US$6 miliar untuk teknologi keamanan perbatasan AS-Meksiko dan US$1 miliar untuk operasi antinarkotika Pentagon. Penjaga Pantai juga mendapat tambahan US$4 miliar untuk kapal pemotong dan US$350 juta untuk sistem robotik.
Mark Cancian dari CSIS mengatakan pendanaan besar itu menciptakan peluang bisnis signifikan. Sejak Juli, Penjaga Pantai memborong ratusan drone udara, drone bawah laut, dan kapal permukaan sebagai bagian dari visinya menjadikan sistem otonom sebagai pilar operasi.
Komando Selatan AS, yang sebelumnya fokus pada misi kemanusiaan, kini berada di garis depan operasi militer. Jumlah kapal yang beroperasi di Karibia meningkat tajam didukung pesawat nirawak dan aset lain.
Seorang pejabat Komando Selatan sebelumnya meminta tambahan anggaran dan menyebut kawasan tersebut sebagai lokasi ideal untuk menguji teknologi robotik baru.
CEO Overwatch Imaging, Greg Davis, mengatakan sistem kamera udara mereka membantu operasi di Karibia dan Pasifik timur. "Kami mendapatkan intelijen yang lebih baik dan intelijen yang lebih baik selalu membantu," ujarnya.
Unit Inovasi Pertahanan AS pada September meminta startup untuk mengajukan teknologi penghentian kapal kecil tanpa risiko berlebih bagi manusia. Para ahli menilai misi antinarkotika jauh lebih sederhana dibanding operasi di Ukraina atau potensi perang di Asia Timur.
Perusahaan asing pun ikut bersaing. Rakia Group dari Dubai membuka anak perusahaan di AS untuk menawarkan teknologi AI bagi lembaga pemerintah.
CEO Omri Raiter mengatakan platform mereka dapat menghubungkan berbagai sumber data untuk mengidentifikasi anomali pada rute perdagangan ilegal.
William Hartung dari Quincy Institute mengatakan industri global ingin menempatkan diri pada isu keamanan nasional AS karena ada banyak uang yang bisa dihasilkan.
Di perbatasan selatan, Angkatan Darat mengumpulkan teknologi antidrone untuk menghentikan pesawat nirawak yang masuk. Mereka menggandeng perusahaan Ukraina Moodro, yang mampu mengacaukan drone dari jarak 10 mil dan tengah mengembangkan versi dengan jangkauan lebih jauh.
Perusahaan antidrone Epirus juga menerima kontrak US$44 juta untuk sistem generasi baru. CEO Andy Lowery menegaskan sistem mereka ditujukan untuk ancaman drone jarak dekat dan tidak ingin terlibat dalam perang besar. "Saya punya sisi spiritual," katanya.
"Jika pemerintah memutuskan untuk menggunakan senjata besar dan membawa kembali kapal perang, saya tidak akan terlibat," pungkasnya. (I-2)
SETELAH pasukan AS menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1) dan menangkap Nicolas Maduro, Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Kuba, Meksiko, dan Kolombia.
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
Ia menilai Indonesia sebaiknya mendorong penurunan eskalasi konflik, terutama karena Indonesia telah ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2026.
SETELAH menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pemerintahan Donald Trump meningkatkan tekanan yang sudah cukup besar terhadap presiden baru negara itu, Delcy Rodriguez.
PEMIMPIN sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menunjukkan sikap menantang dalam pidatonya baru-baru ini sebagaimana dilansir Latin Times, Kamis (8/1).
Polymarket membuat marah beberapa penjudi. Soalnya, Polymarket menyatakan bahwa mereka tidak akan menyelesaikan taruhan senilai jutaan dolar pada invasi AS ke Venezuela.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved