Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia-Pakistan Bidik Penguatan Kerja Sama Dagang dan Sosial

Haufan Hasyim Salengke
21/11/2025 21:03
Indonesia-Pakistan Bidik Penguatan Kerja Sama Dagang dan Sosial
KBRI Islamabad terus memperbanyak program pertukaran masyarakat, termasuk melalui saluran International Creatives Exchange (ICE) di Jakarta.(Istimewa)

INDONESIA dan Pakistan membuka peluang perluasan kerja sama di bidang perdagangan, sosial, dan keagamaan seiring meningkatnya intensitas pertukaran masyarakat antarkedua negara. Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Islamabad, Rahmat Hindiarta Kusuma, mengungkapkan potensi itu besar namun belum tergarap optimal karena kurangnya jembatan yang mempertemukan para pelaku di kedua sisi.

“Potensinya ada, tapi banyak yang bingung mau mulai dari mana. Kami mencoba menjadi jembatan yang lebih efektif lagi memfasilitasi itu,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Jumat (21/11).

Menurut Rahmat, Indonesia saat ini merupakan salah satu dari enam mitra dagang terbesar Pakistan, bersaing dengan Qatar. Nilai perdagangannya mencapai lebih dari US$4 miliar, didominasi ekspor minyak sawit Indonesia. “Sembilan puluh persen minyak goreng di Pakistan berasal dari Indonesia,” kata Rahmat. Namun volume itu belum mencerminkan potensi sebenarnya.

Angka itu juga belum mencerminkan peluang sesungguhnya, terutama di sektor-sektor baru seperti kesehatan dan pendidikan. Pakistan, misalnya, menjajaki peluang kerja sama sekolah kedokteran yang dapat dibuka di Indonesia.

Rahmat menilai hambatan utama hubungan Indonesia-Pakistan bukan logistik maupun budaya. Kedua negara mayoritas berpenduduk muslim dan relatif tidak memiliki masalah perbedaan kebiasaan. “Yang sering jadi halangan itu imaji. Pakistan sering dipersepsikan keras, isu ekstremisme, padahal kenyataannya enggak begitu juga,” ujarnya.

Untuk mengikis persepsi itu, KBRI Islamabad terus memperbanyak program pertukaran masyarakat, termasuk melalui saluran International Creatives Exchange (ICE) di Jakarta.

Sejak ditugaskan ke Islamabad pada 2023, Rahmat aktif mempertemukan tokoh agama Pakistan dengan organisasi keagamaan di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama serta Imam Besar Masjid Istiqlal. Para tamu diajak melihat praktik keagamaan Nusantara, termasuk tradisi ziarah kubur yang lebih tenang dibanding Pakistan. “Kontekstualisasi ajaran agama itu penting agar tidak jadi sumber konflik,” ucapnya.

Rahmat yang pernah bertugas di Damaskus, Washington DC, dan Yaman menilai Indonesia memiliki modal sosial yang patut dibanggakan. “Di sini orang bisa cinta negara sekaligus taat beragama tanpa merasa harus bertentangan. Tidak semua bangsa punya,” ujarnya. Nilai itu pula yang ia promosikan kepada kolega Pakistan sebagai contoh stabilitas sosial.

Saat ini terdapat sekitar 600 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan mandiri di Islamabad, sementara Pakistan menjadi salah satu penerima beasiswa terbesar dari Indonesia. Rahmat berharap gerak masyarakat dapat membuka jalan bagi peningkatan kerja sama ekonomi. “Kalau sudah saling percaya dan saling paham, kerja sama yang lain jauh lebih mudah,” harapnya.

Sementara itu, Pendiri ICE yang juga pengusaha keturunan Pakistan, Atta UI Karim, menaruh harapan besar hubungan kerja sama Jakarta-Islamabad bisa lebih meningkat jika sudah lebih mengenal. Dia mengakui sejauh ini belum ada kendala berarti yang dihadapi ICE dalam menjembatani pengusaha Indonesia dan Pakistan.

Pada awal 2025, ICE meluncurkan laman yang bertujuan sebagai jendela dan penghubung informasi antara Indonesia dan Pakistan. Lewat ICE pula ia menggagas program ‘Negeri Kami’ dengan tujuan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada penjuru dunia.

"Tujuannya menghubungkan masyarakat Indonesia dan Paskitan. Penting sekali saling komunikasi, sapa. Karena dengan masyarakat saling sapa, kesalahpahaman bisa dikurangi," beber Atta.

Rahmat dan Atta optimistis Pakistan punya wajah lain yang layak dikenal, dan di sanalah diplomasi dua negara muslim terbesar dunia memperkuat pijakannya. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik