Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dunia Kutuk Keras Pembakaran Masjid dan Al Qur'an di Tepi Barat

Dhika Kusuma Winata
14/11/2025 21:46
Dunia Kutuk Keras Pembakaran Masjid dan Al Qur'an di Tepi Barat
Ilustrasi(Dok Al Jazeera)

Di tengah gelombang kekerasan terhadap warga Palestina yang terus meningkat tanpa jeda, pemukim Israel membakar masjid di Tepi Barat. Tindakan yang dianggap bisa memicu provokasi tersebut menuai kecaman dunia internasional.

Juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan lembaganya sangat terganggu oleh serangan tersebut. Pembakaran tempat ibadah dinilai tak bisa diterima siapa pun.

“Serangan terhadap tempat ibadah benar-benar tidak dapat diterima,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric dalam konferensi pers di Markas PBB, New York. 

“Kami telah dan akan terus mengecam serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat," imbuhnya.

Kecaman juga datang dari Yordania. Juru bicara Kementerian Luar Negeri negara itu menyebut aksi pembakaran tersebut sebagai kelanjutan dari kebijakan ekstrem pemerintah Israel dan retorika provokatif yang memicu kekerasan dan ekstremisme terhadap rakyat Palestina.

Jerman, yang sebelumnya dikritik karena kedekatannya dengan Israel selama perang Gaza, turut menyerukan penghentian kekerasan di Tepi Barat. Jerman menegaskan insiden tersebut harus diselidiki secara tuntas dan para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban.

Swiss turut menyampaikan nada serupa dan mendesak kekerasan serta ekspansi pemukiman ilegal Israel harus segera dihentikan.

Serangan tersebut terjadi pada Masjid Hajjah Hamida di Desa Deir Istiya, dekat Salfit, menjelang fajar pada Kamis waktu setempat. Menurut laporan Al Jazeera, warga setempat mengatakan kobaran api merusak bagian dalam masjid.

Foto di lokasi memperlihatkan slogan-slogan rasis anti-Palestina dituliskan di dinding. Sejumlah mushaf Alquran ikut terbakar.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam insiden itu sebagai kejahatan keji Israel terhadap situs suci Islam maupun Kristen di wilayah pendudukan.

Di tempat lain pada hari yang sama, dua anak Palestina tewas setelah pasukan Israel melakukqn penggerebekan di Beit Ummar, dekat Hebron di Tepi Barat selatan.

Gelombang kekerasan itu terjadi bersamaan dengan rekor serangan pemukim dan operasi militer Israel terhadap warga Palestina sepanjang tahun berjalan terutama pada musim panen zaitun 2025.

Data terbaru OCHA mencatat 167 serangan pemukim terkait panen zaitun sejak 1 Oktober. Lebih dari 150 warga Palestina terluka dan lebih dari 5.700 pohon dilaporkan dirusak. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya