Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Masjid Dibakar, Al Qur'an Hangus, Dunia Kecam Israel

Khoerun Nadif Rahmat
15/11/2025 11:01
Masjid Dibakar, Al Qur'an Hangus, Dunia Kecam Israel
Ilustrasi(Dok Al Jazeera)

SERANGAN pemukim Israel terhadap masjid di Tepi Barat kembali memicu kecaman global. Masjid Hajja Hamida di Desa Deir Istiya, dekat Salfit, dibakar pada Kamis dini hari, menyebabkan mushaf Al Qur'an hangus dan dinding masjid dicoret dengan tulisan bernada rasis dan anti-Palestina.

Dikutip dari Al Jazeera, warga setempat menyebut para pemukim menyelinap ke area masjid saat fajar dan menyulut api yang merusak bangunan suci tersebut. Foto-foto dari lokasi menunjukkan puing kebakaran dan coretan kebencian di dinding masjid.

Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina mengecam keras serangan tersebut sebagai “kejahatan keji” dan menegaskan bahwa tindakan itu menunjukkan “kebiadaban” Israel terhadap situs suci umat Islam dan Kristen di wilayah pendudukan.

Belum lama setelah serangan masjid, dua anak Palestina tewas dalam operasi militer Israel di Beit Ummar, dekat Hebron, Kamis, menurut laporan Kantor Berita Wafa. Insiden ini menambah panjang daftar kekerasan yang meningkat tajam sepanjang 2025, termasuk saat musim panen zaitun.

Data Badan Kemanusiaan PBB OCHA mencatat sedikitnya 167 serangan pemukim sejak 1 Oktober, menyebabkan lebih dari 150 warga Palestina luka-luka dan lebih dari 5.700 pohon zaitun rusak. 

Para analis menilai eskalasi itu terjadi di tengah perang Israel di Gaza dan dorongan pemerintah garis keras Benjamin Netanyahu untuk mempercepat aneksasi Tepi Barat.

Kantor HAM PBB sebelumnya memperingatkan bahwa kekerasan pemukim berlangsung “dengan pembiaran, dukungan, dan dalam beberapa kasus partisipasi, oleh pasukan keamanan Israel.”

“(Serangan itu) Bagian dari strategi yang lebih luas dan terkoordinasi dari Negara Israel untuk memperluas dan mengonsolidasikan aneksasi Tepi Barat yang diduduki, sambil memperkuat sistem diskriminasi, penindasan, dan kontrol terhadap warga Palestina,” tulis Kantor HAM PBB.

Kecaman Internasional

Serangan terhadap masjid dan penghinaan terhadap simbol agama itu memicu kecaman dari berbagai negara.

Juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan pihaknya “sangat terganggu” atas serangan tersebut. “Serangan seperti itu terhadap tempat ibadah sama sekali tidak dapat diterima,” katanya.

Yordania menyebut kekerasan pemukim sebagai “perpanjangan dari kebijakan ekstremis pemerintah Israel dan retorika provokatif yang memicu kekerasan dan ekstremisme terhadap rakyat Palestina.”

Jerman dan Swiss menyerukan penghentian kekerasan pemukim dan menuntut investigasi menyeluruh terhadap para pelaku.

Sementara itu, warga Palestina menuntut komunitas internasional tidak sekadar mengecam, tetapi juga mengambil langkah nyata, termasuk menghentikan penjualan senjata kepada militer Israel. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya