Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Krisis Kepemimpinan Ancam Keir Starmer, Sekutu Siap Lawan Upaya Kudeta di Partai Buruh

Thalatie K Yani
12/11/2025 07:45
Krisis Kepemimpinan Ancam Keir Starmer, Sekutu Siap Lawan Upaya Kudeta di Partai Buruh
Ketegangan meningkat di internal Partai Buruh Inggris setelah muncul spekulasi upaya menggulingkan Perdana Menteri Keir Starmer. (Media Sosial X)

SEKUTU dekat Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer menegaskan akan melawan setiap upaya untuk menggulingkan kepemimpinannya. Pernyataan itu di tengah meningkatnya desas-desus perpecahan internal Partai Buruh.

Kekhawatiran di kalangan loyalis Starmer meningkat setelah muncul spekulasi posisinya bisa terancam segera setelah pengumuman Anggaran Negara dua minggu mendatang. Beberapa pihak menyebut kondisi di Downing Street kini “sepenuhnya dalam mode bunker,” yang justru memperburuk posisi pemerintahan.

Sumber internal Partai Buruh menyebut sejumlah nama yang berpotensi menjadi pesaing Starmer, termasuk Menteri Kesehatan Wes Streeting dan Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood, yang keduanya merupakan sekutu dekat perdana menteri. Nama Menteri Energi Ed Miliband dan mantan Menteri Transportasi Louise Haigh juga ikut dibicarakan.

“Ia akan melawan ini,” kata seorang menteri kepada BBC, menegaskan  situasi kali ini “bukan seperti momen Hartlepool”. Hal itu mengacu pada kekalahan Partai Buruh dalam pemilu sela 2021 yang sempat membuat Starmer mempertimbangkan mundur.

“Ia adalah satu dari hanya dua orang yang berhasil memenangkan pemilihan umum untuk Partai Buruh. Akan sangat gila menggantinya setelah 17 bulan.”

Kekhawatiran di tubuh Partai Buruh muncul karena hasil pemilu daerah yang diperkirakan buruk tahun depan di Skotlandia, Wales, dan sebagian besar Inggris. Beberapa anggota parlemen menilai partai tak bisa menunggu hingga Mei untuk mengganti pemimpin.

“Tidak cukup hanya mengatakan tunggu pemilu lokal,” ujar seorang anggota parlemen senior. “Saya tak bisa kehilangan seluruh basis aktivis dan anggota dewan saya.”

Sementara itu, seorang sumber Partai Buruh lain menilai tekanan terhadap Starmer semakin besar. “Daftar alasan untuk bergerak setelah Anggaran terus bertambah. Jika Wes cukup berani, bisa saja dia menjadi perdana menteri sebelum Natal.”

Menanggapi tudingan ambisi pribadi, juru bicara Wes Streeting menepis semua klaim tersebut. “Tuduhan ini sama sekali tidak benar. Fokus Wes sepenuhnya pada pemangkasan daftar tunggu NHS, perekrutan 2.500 dokter umum tambahan, dan membangun kembali sistem kesehatan yang telah menyelamatkan hidupnya,” katanya.

Seorang pejabat pemerintah menambahkan tudingan terhadap para menteri loyal Starmer “tidak berdasar.” “Sayangnya, tim Keir kerap menjelekkan orang-orangnya sendiri. Ini tidak akan membantu pemerintah keluar dari situasi sulit,” ujarnya.

Sementara itu, para pendukung Starmer memperingatkan bahwa upaya mengganti pemimpin justru akan menjerumuskan Partai Buruh ke dalam kekacauan seperti yang dialami Partai Konservatif sebelum kehilangan kekuasaan tahun lalu. Mereka juga mengingatkan krisis politik bisa mengguncang pasar dan mengganggu hubungan baik Starmer dengan Presiden AS, Donald Trump.

Meski begitu, beberapa menteri menilai situasi sudah tak lagi dapat dipertahankan. “Ia dibenci publik. Ini lebih buruk dari masa Corbyn. Saya tidak yakin ini bisa bertahan sampai Mei,” ujar salah satu menteri.

Survei terbaru menunjukkan popularitas Starmer berada di titik terendah dalam sejarah modern, sementara dukungan terhadap Partai Buruh tak lebih dari 20 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, para pendukungnya menegaskan Starmer masih memiliki semangat dan strategi untuk menghadapi tantangan besar berikutnya: persaingan melawan Nigel Farage dari Reform UK, yang kini menjadi ancaman utama bagi Partai Buruh.

“Pilihan kita bukan antara kita dan kesempurnaan,” ujar seorang menteri kabinet pendukung Starmer. “Pilihan itu antara kita dan Reform.” (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya