Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Setelah Filipina, Topan Kalmaegi Hantam Vietnam, 7.000 Warga Dievakuasi

Dhika Kusuma Winata
07/11/2025 11:22
Setelah Filipina, Topan Kalmaegi Hantam Vietnam, 7.000 Warga Dievakuasi
Topan Kalmaegi dan Topan Tino di Filipina(Sosial media X)

TOPAN Kalmaegi melanda Filipina dan menewaskan ratusan orang, badai itu juga menyerang Vietnam bagian tengah, Kamis (6/11) waktu setempat. Otoritas setempat menyebut lebih dari 7.000 warga dievakuasi sebelum badai tiba. Para pejabat bahkan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengimbau agar segera meninggalkan kawasan pesisir.

“Anginnya sangat kencang, tak ada yang bisa bertahan,” ujar Vu Van Hao, 48, warga setempat yang mendapati jendela hotel tempatnya bekerja hancur terhantam badai dengan kecepatan 149km/ jam itu.
Di sejumlah sekolah yang dijadikan tempat pengungsian, lansia dan anak-anak tampak membawa tikar, bantal, dan selimut untuk bermalam.

“Saya sudah tidak muda lagi, dan tidak ingin mempertaruhkan nyawa,” kata Tran Thi Nghia (56), seorang warga yang mengungsi.

Ribuan warga yang dievakuasi dari jalur lintasan topan, termasuk di Provinsi Gia Lai yang menjadi salah satu daerah terdampak paling parah.

Sebelumnya, Vietnam juga dilanda banjir dan hujan ekstrem selama lebih dari sepekan. Tercatat 47 orang meninggal akibat bencana tersebut. Adapun  situs bersejarah di Hue dan Hoi An ikut terendam banjir.

Pemerintah Vietnam juga meliburkan sekolah di sejumlah provinsi seperti Gia Lai dan Quang Ngai dan lima bandara berhenti beroperasi sehingga puluhan penerbangan dialihkan.

Dengan lebih dari 3.200 kilometer garis pantai dan ribuan sungai, negara itu menghadapi risiko tinggi banjir setiap tahun. Sepanjang 2025, bencana alam di Vietnam telah menewaskan atau membuat hilang 279 orang serta menimbulkan kerugian lebih dari US$2 miliar. (AFP/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya