Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Topan Kalmaegi Hantam Vietnam usai Tewaskan Ratusan Orang di Filipina

Dhika Kusuma Winata
07/11/2025 11:12
Topan Kalmaegi Hantam Vietnam usai Tewaskan Ratusan Orang di Filipina
Seorang pria bersepeda melewati struktur atap yang runtuh sebagian di wilayah pesisir Quy Nhon, Provinsi Gia Lai, Vietnam tengah, Jumat (7/11), setelah topan Kalmaegi menghantam wilayah tersebut.(AFP/NHAC NGUYEN)

TOPAN Kalmaegi kembali mengamuk. Setelah meluluhlantakkan Filipina dan menewaskan ratusan orang, badai itu mendarat di Vietnam bagian tengah pada Kamis (6/11) waktu setempat.

Kementerian Lingkungan Vietnam melaporkan Kalmaegi membawa angin kencang berkecepatan hingga 149 km/jam. Ribuan warga telah dievakuasi dari jalur lintasan topan, termasuk di Provinsi Gia Lai yang menjadi salah satu daerah terdampak paling parah.

“Anginnya sangat kencang, tak ada yang bisa bertahan,” ujar Vu Van Hao, 48, warga setempat yang mendapati jendela hotel tempatnya bekerja hancur berkeping-keping.

Otoritas setempat menyebut lebih dari 7.000 warga dievakuasi sebelum badai tiba. Para pejabat bahkan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengimbau agar segera meninggalkan kawasan pesisir.

Di sejumlah sekolah yang dijadikan tempat pengungsian, lansia dan anak-anak tampak membawa tikar, bantal, dan selimut untuk bermalam.

“Saya sudah tidak muda lagi, dan tidak ingin mempertaruhkan nyawa,” kata Tran Thi Nghia (56), seorang warga yang mengungsi.

Bencana itu menambah penderitaan warga Vietnam yang baru saja dilanda banjir dan hujan ekstrem selama lebih dari sepekan. Sedikitnya 47 orang meninggal akibat bencana sebelumnya. Situs bersejarah di Hue dan Hoi An ikut terendam.

Pemerintah Vietnam menutup sekolah di sejumlah provinsi seperti Gia Lai dan Quang Ngai serta menghentikan operasi lima bandara. Puluhan penerbangan dialihkan untuk menghindari jalur badai. 

Dengan lebih dari 3.200 kilometer garis pantai dan ribuan sungai, negara itu menghadapi risiko tinggi banjir setiap tahun. Sepanjang 2025, bencana alam di Vietnam telah menewaskan atau membuat hilang 279 orang serta menimbulkan kerugian lebih dari US$2 miliar.

Sebelum mencapai Vietnam, Kalmaegi telah menimbulkan kehancuran besar di Filipina. Topan itu menerjang Pulau Cebu dan Negros, menyebabkan banjir bandang yang disebut warga sebagai yang terburuk dalam sejarah. Sedikitnya 142 orang meninggal dan hampir 2 juta penduduk terdampak. (AFP/I-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya