Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) memperkuat kehadiran militernya di kawasan Amerika Latin dengan mengerahkan satuan tempur kapal induk USS Gerald R. Ford dan kapal-kapal pendampingnya untuk menekan aktivitas penyelundupan narkoba di wilayah tersebut. Langkah ini diumumkan pada Jumat (24/10) dan memicu kekhawatiran meningkatnya risiko konfrontasi bersenjata di kawasan antara AS dan Venezuela.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell mengatakan bahwa pengerahan armada kapal induk ini bertujuan untuk menambah kemampuan operasional dalam menghentikan perdagangan narkotika serta membongkar jaringan Transnational Criminal Organizations (TCO).
Kebijakan tersebut diumumkan tak lama setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, melaporkan serangan udara terhadap kapal yang diduga dioperasikan geng penyelundup narkoba asal Venezuela, Tren de Aragua di Laut Karibia.
Dalam unggahan di platform X, Hegseth menampilkan rekaman ledakan yang menghancurkan kapal kecil bermesin tempel dan menyebut bahwa enam orang di kapal tersebut tewas dalam operasi malam hari.
"Jika Anda seorang teroris narkotika yang menyelundupkan narkoba di belahan bumi kami, kami akan memperlakukan Anda seperti kami memperlakukan Al-Qaeda. Siang atau malam, kami akan memetakan jaringan Anda, melacak orang-orang Anda, memburu Anda, dan membunuh Anda," kata Hegseth dikutip AFP, Sabtu (25/10).
Sejak awal September, pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengintensifkan kampanye militer untuk menargetkan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba. Berdasarkan data yang dikumpulkan AFP dari laporan resmi AS, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 43 orang dan menghancurkan 10 kapal di perairan Karibia serta Samudra Pasifik.
Namun, hingga kini Washington belum memberikan bukti konkret bahwa kapal-kapal yang diserang memang terlibat dalam penyelundupan narkotika. Langkah militer ini langsung memicu reaksi keras dari Caracas. Pemerintah Venezuela menuduh AS menggunakan dalih perang melawan narkoba untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Penumpukan militer AS yang mencakup 10 jet tempur siluman F-35 dan delapan kapal perang dinilai sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan Venezuela.
Ketegangan juga meluas ke negara tetangga. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengkritik eskalasi operasi militer AS tersebut, namun Washington kemudian menjatuhkan sanksi terhadap dirinya dengan tuduhan membiarkan perdagangan narkoba berkembang di wilayahnya. (AFP/H-4)
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
KETEGANGAN antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela kembali meningkat setelah militer AS menyerang kapal yang disebut penyelundup narkoba di perairan Karibia dekat Venezuela
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved