Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN udara Israel ke kawasan elit West Bay Lagoon, Doha, yang dihuni kantor kedutaan asing dan kompleks hunian mewah, menyisakan tanda tanya besar tentang bagaimana operasi itu bisa dilakukan.
Dikutip dari CNN, yang mengutip sumber Israel menyebut, operasi tersebut telah dipersiapkan berbulan-bulan.
Lebih dari 10 jet tempur dikerahkan untuk meluncurkan sedikitnya 10 rudal presisi ke satu sasaran. Kompleksitas serangan itu ditunjukkan dengan kebutuhan pengisian bahan bakar di udara agar pesawat mampu mencapai wilayah Qatar.
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengatakan senjata yang dipakai tidak terdeteksi radar. Hamas mengonfirmasi lima pejabatnya tewas, termasuk putra sekaligus direktur kantor dari pemimpin Gaza di pengasingan, Khalil Al Hayya. Namun, Al Hayya sendiri selamat. Seorang petugas keamanan Qatar turut menjadi korban.
Pihak Israel disebut-sebut mengandalkan jet siluman F-35I Adir yang didukung F-15I Ra’am sebagai pengawal.
Profesor Ahmed Hashim dari Deakin University mengatakan bahwa jet Adir hampir pasti digunakan, dengan tambahan tangki bahan bakar eksternal dan persenjataan rudal jarak jauh (stand-off missiles) yang memungkinkan serangan dari luar wilayah udara Qatar.
F-35I Adir, merupakan versi modifikasi dari F-35 buatan AS. Jet ini dilengkapi sistem peperangan elektronik buatan Israel, perangkat lunak khusus, dan senjata presisi untuk serangan jarak jauh. Kemampuan siluman membuatnya sulit dideteksi radar dan dapat melancarkan serangan tanpa perlu memasuki wilayah musuh.
Sedangkan F-15I Ra’am, merupakan jet tempur jarak jauh yang mampu membawa muatan besar, dimodifikasi untuk Angkatan Udara Israel. Ra’am diyakini bertugas melindungi Adir selama operasi pengeboman di Qatar.
Dengan jarak sekitar 2.250 kilometer dari Pangkalan Nevatim di Israel ke Doha, kemampuan siluman F-35 memungkinkan jet ini melintas tanpa terdeteksi radar konvensional. Rudal jarak jauh yang ditembakkan dari luar wilayah udara Qatar diyakini diarahkan berdasarkan intelijen darat.
“Rudal-rudal itu bisa bekerja dari jarak jauh. Hampir mustahil pesawat berada tepat di atas Doha,” kata Hashim dikutip dari Gulf News.
Serangan itu berlangsung hanya 30 kilometer dari Pangkalan Udara Al Udeid, markas Komando Pusat AS dan instalasi militer terbesar AS di Timur Tengah. Pangkalan itu dilindungi baterai rudal Patriot, namun sistem itu didesain untuk menghadang rudal balistik, bukan serangan presisi jarak jauh seperti yang dibawa jet F-35 Israel.
“Begitu rudal dilepaskan, sudah terlambat untuk menghadang,” ujar Hashim.
Pemerintah Israel menegaskan serangan itu merupakan operasi mandiri. Gedung Putih menyatakan tidak diberi pemberitahuan sebelumnya, meski pejabat AS belakangan mengakui mendapat informasi saat operasi sedang berlangsung. Qatar membantah keras kabar bahwa mereka menerima peringatan lebih dulu. (I-3)
Delapan jet tempur F-15 dan empat F-35 yang menempuh jarak sekitar 1.500 kilometer ke arah Laut Merah melepaskan rudal balistik ke Qatar.
ARAB Saudi, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk Presiden AS Donald Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan dampak buruk yang serius di kawasan itu.
Eskalasi ketegangan meningkat. AS keluarkan peringatan perjalanan di Qatar, Inggris tutup kedutaan di Iran, dan ruang udara Iran resmi ditutup sebagian.
AS, Qatar, dan Israel mengadakan pertemuan trilateral di New York pada Minggu (7/12). Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan itu kepada AFP, kemarin.
MILITER Israel melancarkan gelombang serangan udara di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 24 warga Palestina, termasuk anak-anak.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempererat pendekatannya terhadap Arab Saudi dan pemimpin de factonya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
Seorang pegawai ICC yang menuduh Jaksa Karim Khan melakukan pelecehan seksual itu, menjadi target operasi intelijen swasta yang diduga dilakukan atas nama Qatar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved