Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Menlu Ukraina Desak Respons Barat Lebih Keras terhadap Serangan Rusia

Ferdian Ananda Majni
11/9/2025 11:23
Menlu Ukraina Desak Respons Barat Lebih Keras terhadap Serangan Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin.(Anadolu)

MENTERI Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyerukan langkah lebih tegas dari Barat setelah serangan Rusia menargetkan warga sipil, fasilitas pemerintahan dan melanggar wilayah udara Polandia.

"Dengan sengaja melanggar wilayah udara Polandia, Rusia sedang menguji respons Barat. Dan respons ini harus kuat," kata Sybiha di Telegram usai berbicara dengan Komisaris Eropa untuk Urusan Dalam Negeri, Nicolas Schmit Barrot dikutip ANews, (11/9).

Dia menegaskan Eropa dan Amerika Serikat perlu meningkatkan tekanan terhadap Moskow dan memangkas pendanaan untuk perang. "Respons yang lemah hanya akan mendorong agresi lebih lanjut," ujarnya.

Permintaan Pertahanan Udara Tambahan

Sybiha juga menyoroti kebutuhan mendesak Ukraina untuk memperkuat sistem pertahanan udara, terutama menjelang musim dingin.

"Ukraina membutuhkan kemampuan pertahanan udara tambahan, terutama menjelang musim dingin. Kita perlu mengaktifkan penggunaan pertahanan udara mitra bersama dengan pertahanan udara Ukraina untuk mencegat rudal dan pesawat nirawak Rusia bersama-sama," tegasnya.

Dia menutup pesannya dengan penekanan pada pentingnya tindakan nyata. "Saatnya perdamaian melalui kekuatan dan tindakan nyata," tambah Sybiha.

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk melaporkan bahwa wilayah udaranya dilanggar oleh pesawat nirawak Rusia, dengan sebagian berhasil ditembak jatuh oleh militer Polandia. Menurut Tusk, otoritas setempat mencatat setidaknya 19 pelanggaran.

Bantahan Moskow

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa pihaknya berniat menyerang target di Polandia. Moskow menyatakan siap membahas insiden tersebut dengan pemerintah Polandia.

Kementerian itu juga mengonfirmasi bahwa serangan besar-besaran dilakukan terhadap fasilitas industri militer Ukraina di Ivano-Frankivsk, Khmelnytskyi, Zhytomyr, Vinnytsia dan Lviv. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya