Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr. meluncurkan peta jalan pemerintahan Trump untuk menekan penyakit kronis di Amerika Serikat. Rencana ini menyoroti pentingnya perbaikan pola makan, pengawasan lebih ketat pada iklan obat, hingga dorongan baru untuk meningkatkan angka kesuburan.
Namun, peta jalan tersebut dinilai melewatkan isu krusial yang selama ini menjadi fokus utama gerakan Make America Healthy Again (MAHA) yang dipimpin Kennedy, yakni pembatasan pangan ultra-proses dan penggunaan pestisida. Absennya aturan tegas terkait hal itu dipandang sebagai kemenangan bagi industri pangan dan pertanian.
“Belum pernah ada upaya lintas lembaga sebesar ini sebelumnya,” kata Kennedy dalam acara di Washington, menyebut penyakit kronis sebagai “krisis eksistensial bagi negara kita.”
Presiden Donald Trump kemudian menandatangani memorandum yang memerintahkan lembaga pemerintah memperketat penegakan aturan iklan obat di internet guna menekan klaim menyesatkan. Meski demikian, langkah itu masih jauh dari keinginan Kennedy yang sebelumnya menyerukan larangan total iklan farmasi.
Sejumlah pakar menilai strategi bertajuk Make Our Children Healthy Again itu terlalu samar dan sukarela. “Pemerintah seolah ingin berdiri di dua sisi,” ujar Scott Faber dari organisasi nirlaba Environmental Working Group. “Pada Mei lalu, mereka menggambarkan bahaya besar junk food dan paparan zat beracun. Tapi pada September, yang muncul justru sekadar wacana studi dan proposal.”
Laporan setebal 20 halaman tersebut memuat berbagai isu khas Kennedy, mulai dari evaluasi ulang kandungan fluoride dalam air minum, jadwal vaksin anak, hingga kampanye kesadaran kesuburan. Ada pula seruan meninjau dampak radiasi elektromagnetik, meski tidak dijelaskan secara gamblang.
Meski mengusung banyak gagasan, rencana ini dianggap tipis dalam hal implementasi. Misalnya, hanya disebut perlunya definisi pemerintah tentang pangan ultra-proses tanpa menjelaskan tindak lanjutnya. Ada pula usulan meningkatkan angka pemberian ASI, mengurangi uji coba hewan, serta mendorong inovasi pasar tabir surya yang tertinggal dibanding negara lain.
Terkait pestisida, laporan ini menyebut kemungkinan pemanfaatan teknologi presisi untuk menekan volume penggunaannya. Namun di sisi lain, ia juga mendorong deregulasi agar produk kimia dan biologis baru lebih cepat masuk pasar. Hal ini terjadi ketika Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) justru mempercepat persetujuan pestisida baru, meski para ahli memperingatkan risiko bahan kimia berbahaya jangka panjang.
Zen Honeycutt, aktivis kesehatan pendukung MAHA, menyayangkan lemahnya penekanan soal pestisida. “Kalau hanya Bobby yang menulis, tentu akan lebih tegas. Ini contoh nyata pengaruh kuat perusahaan kimia,” ujarnya.
Kritik juga muncul terkait kontradiksi laporan tersebut. Di satu sisi, MAHA mendorong peningkatan angka kelahiran. Namun di sisi lain, pelemahan standar polusi udara oleh EPA justru bisa merusak kualitas sperma dan sel telur, sehingga berpotensi menghambat kesuburan. (AFP/Z-2)
Namun demikian, lansia dengan penyakit kronis tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penyesuaian obat dan pola makan.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Satu dari lima remaja Indonesia mengalami tekanan darah di atas normal. Kondisi ini membuka jalan bagi hipertensi dan penyakit kronis di usia produktif.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Kita jarang membayangkan bahwa kondisi yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung atau stroke, bisa terjadi pada diri sendiri.
Penerapan gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes membutuhkan peran serta seluruh anggota keluarga.
Studi menyebut aktivitas fisik mampu menekan perilaku mirip depresi yang dipicu oleh kegemaran makan junk food dengan tinggi lemak dan gula
Kanker kolorektal atau kanker usus besar selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut.
Intervensi diet seperti periode puasa intermittent setelah diet tinggi lemak cukup untuk menormalkan neuron interneuron CCK dan meningkatkan fungsi memori.
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menegaskan agar makanan cepat saji atau junk food yang tinggi kalori, lemak, dan gula tidak dijadikan menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penelitian UNC School of Medicine mengungkap diet tinggi lemak dari junk food dapat merusak sel otak di hippocampus hanya dalam empat hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved