Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pada malam 7-8 September 2025, langit di sebagian besar belahan dunia akan menampilkan pertunjukan langit yang menakjubkan: gerhana bulan total atau yang kerap disebut sebagai fenomena blood moon. Australia, Asia, Afrika, hingga sebagian Eropa berkesempatan melihat langsung seluruh fase dari peristiwa langka ini.
Gerhana bulan kali ini akan berlangsung sekitar lima jam. Bulan purnama Corn Moon akan perlahan masuk ke dalam bayangan bumi hingga berubah menjadi kemerahan tembaga selama 82 menit penuh. Warna merah tersebut tercipta karena cahaya matahari yang dibiaskan atmosfer bumi, mirip seperti saat matahari terbenam.
Durasi ini menjadikannya sebagai gerhana bulan total terpanjang sejak 2022. Berbeda dengan gerhana matahari total yang hanya bisa terlihat di jalur sempit, gerhana bulan bisa disaksikan dari seluruh sisi malam bumi.
Sayangnya, warga Amerika Utara tidak kebagian, karena saat itu wilayah mereka sedang berada di sisi siang bumi.
Sementara itu, fase akhir akan tampak di Moskow, Ankara (Turki), dan Bucharest (Rumania), bahkan di Eropa Barat gerhana bisa terlihat saat bulan baru terbit.
Gerhana bulan dapat dinikmati dengan mata telanjang tanpa perlu perlindungan khusus. Namun, untuk melihat detail permukaan bulan dan bagaimana bayangan bumi merambat pelan, teleskop kecil atau teropong bintang akan sangat membantu.
Bagi yang tidak bisa menyaksikan langsung, sejumlah lembaga akan menyiarkan siaran langsung dari lokasi berbeda, termasuk Time and Date (dari Siprus) dan The Virtual Telescope Project (dari Italia).
Jadi, siapkan waktu Anda untuk menikmati fenomena langit spektakuler ini. Siapa tahu, momen “blood moon” ini bisa jadi salah satu pengalaman tak terlupakan untuk mengamati keindahan alam semesta. (Z-10)
Tahun 2026 menghadirkan supermoon, gerhana matahari dan bulan, hujan meteor, serta parade planet yang sayang dilewatkan.
Komet antarbintang 3I/ATLAS terekam berubah hijau saat gerhana bulan total. Simak foto terbaru dan penjelasan ilmiahnya di sini.
Warga memadati Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk berburu momen langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9) malam.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Gerhana bulan total akan dimulai pada 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved