Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Ledakan di Gaza Lukai Tujuh Tentara Israel, Perang Memasuki Babak Baru

Ferdian Ananda Majni
31/8/2025 14:11
Ledakan di Gaza Lukai Tujuh Tentara Israel, Perang Memasuki Babak Baru
Ilustrasi: Suasana di Jalur Gaza.(Xinhua)

TUJUH tentara Israel terluka akibat ledakan yang menghantam kendaraan lapis baja di Kota Gaza pada Jumat (29/8) malam. Pasukan Pertahanan Israel menyebut para prajurit itu tengah beroperasi di kawasan Zeitoun, wilayah yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi pusat operasi militer intensif.

Media Arab, termasuk Al Jazeera, melaporkan bahwa Hamas berupaya menculik sejumlah tentara saat insiden itu terjadi. Namun, pihak militer Israel membantah klaim tersebut.

Pada hari yang sama, Israel menyatakan Kota Gaza sebagai zona pertempuran berbahaya, sekaligus mengakhiri jeda kemanusiaan harian yang sebelumnya diberikan untuk mengurangi dampak kelaparan. 

Keputusan itu menyusul rencana resmi Kementerian Pertahanan Israel untuk menduduki Kota Gaza, meski menuai tentangan internasional maupun domestik.

Perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 kini telah merenggut lebih dari 63.000 jiwa di Gaza. Israel melancarkan operasi militer setelah serangan Hamas ke wilayah selatan Israel menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.

Ancam keselamatan sandera

Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Obeida, memperingatkan bahwa rencana Israel untuk menduduki Kota Gaza akan meningkatkan risiko penangkapan tentara Israel serta mengancam keselamatan para sandera.

Sebelum operasi darat, Israel memaksa ribuan warga Gaza mengungsi ke bagian selatan. Namun, PBB melaporkan pengeboman udara tetap menghantam perkemahan pengungsi di Zeitoun dan al-Nasr pada Sabtu pagi. Menurut otoritas kesehatan Gaza, sedikitnya 62 orang tewas dalam 24 jam terakhir.

PBB menyebut lebih dari 23.000 penduduk Kota Gaza telah mengungsi dalam beberapa hari terakhir. Kepala Komite Palang Merah Internasional, Mirjana Spoljaric, menegaskan bahwa mustahil evakuasi massal Kota Gaza dapat dilakukan dengan cara yang aman dan bermartabat dalam kondisi saat ini.

Krisis kemanusiaan kian memburuk. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 10 orang meninggal akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir, termasuk tiga anak. Sejak awal perang, 332 warga tewas karena kelaparan atau malnutrisi.

Bantuan akan dikurangi

Di sisi lain, seorang pejabat Israel mengatakan bantuan ke Gaza utara akan dikurangi, bahkan penghentian penyaluran lewat udara akan dilakukan dalam waktu dekat. PBB menegaskan pasokan bantuan yang masuk jauh di bawah kebutuhan minimum.

Langkah Israel itu memicu reaksi keras. Enam menteri luar negeri Eropa pada Jumat mengecam blokade bantuan dan rencana serangan darat. Namun, kebijakan bersama Uni Eropa diprediksi sulit terwujud. 

"Saya tidak terlalu optimis, dan hari ini kami jelas tidak akan mengambil keputusan. Kami terpecah belah mengenai masalah ini," kata Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas seperti dikutip The Guardian, Minggu (31/8).

Sementara itu, AS membuat keputusan kontroversial dengan melarang Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menghadiri Sidang Umum PBB bulan depan. Washington juga mencabut visa 80 pejabat Palestina. Tindakan ini dianggap bertentangan dengan perjanjian markas besar PBB tahun 1947.

Keputusan itu menuai kritik luas. Wakil Presiden Otoritas Palestina, Hussein al-Sheikh menyebut langkah AS sebagai pelanggaran hukum internasional. 

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, juga menyatakan dukungannya kepada Abbas, menyebut larangan tersebut tidak adil. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya