Headline

BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia

60 Persen Generasi Z di AS Lebih Suka Hamas daripada Israel

Wisnu Arto Subari
31/8/2025 23:43
60 Persen Generasi Z di AS Lebih Suka Hamas daripada Israel
Hamas.(Al Jazeera)

SURVEI baru menemukan bahwa 60% generasi Z di Amerika Serikat (AS) lebih menyukai Hamas daripada Israel dalam perang genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Padahal, bagi pemerintah AS dan sekutunya, Hamas termasuk kelompok teroris. Namun bagi negara-negara Islam, Hamas merupakan pejuang kemerdekaan Palestina

Hasil survei itu menandai pergeseran generasi yang jelas. Kelompok usia 18 hingga 24 tahun menjadi satu-satunya yang menunjukkan kecintaan terhadap Hamas. Ini menurut jajak pendapat Harvard-Harris yang dirilis minggu ini.

Di antara beragam pertanyaan, survei tersebut menanyakan kepada responden daring, "Dalam konflik Israel-Hamas, apakah Anda lebih mendukung Israel atau Hamas?"

Hal tersebut menunjukkan tren yang jelas. Dukungan untuk Hamas menurun dan dukungan untuk Israel meningkat seiring bertambahnya usia.

Survei tersebut menemukan:

  • 65% responden berusia 25 hingga 34 tahun mengatakan mereka lebih mendukung Israel daripada Hamas.
  • 70% responden berusia 35 hingga 44 tahun memilih negara Zionis daripada Hamas. 
  • 74% responden berusia 45 hingga 55 tahun mendukung Israel.
  • 84% responden berusia 55 hingga 64 tahun memilih Israel dan menolak Hamas.
  • 89% responden berusia 65 tahun menyatakan dukungan mereka terhadap Israel.

Di semua kelompok usia, total 74% responden mendukung Israel, sementara 26% warga Amerika mendukung Hamas.

Hasil survei juga menunjukkan adanya perpecahan partisan. Sekitar 67% responden dari Partai Demokrat memilih negara Yahudi tersebut daripada kelompok pejuang Palestina dibandingkan dengan 82% responden dari Partai Republik.

Jajak pendapat tersebut menemukan bahwa 58% warga AS berpendapat bahwa Israel seharusnya hanya menyetujui kesepakatan penyanderaan jika Hamas meninggalkan Gaza untuk selamanya.

Hamas baru-baru ini menyetujui kesepakatan gencatan senjata untuk membebaskan lebih dari separuh dari 50 sandera yang tersisa di Gaza, termasuk 10 sandera yang masih hidup, dengan imbalan gencatan senjata 60 hari yang awalnya diusulkan oleh AS dengan dukungan Israel pada Mei.

Namun, jenazah dua sandera ditemukan oleh pasukan Israel di Gaza minggu ini, meskipun tidak jelas kapan para sandera tersebut dibunuh.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bulan ini menolak kesepakatan tersebut. Ia mengatakan Hamas harus menyetujui semua tuntutan negara Zionis tersebut untuk mengakhiri perang, termasuk agar kelompok pejuang tersebut meninggalkan Jalur Gaza untuk selamanya.

Survei daring terhadap 2.025 pemilih terdaftar Amerika dilakukan antara 20 dan 21 Agustus. (NYP/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya