Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) resmi memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen terhadap sejumlah besar produk asal India mulai Rabu (27/8). Kebijakan itu diambil Presiden AS Donald Trump sebagai langkah untuk menghukum New Delhi yang tetap membeli minyak dari Rusia.
Minyak disebut-sebut menjadi salah satu sumber utama pendanaan perang Rusia di Ukraina. Langkah AS tersebut menambah tekanan dalam hubungan Washington dan New Delhi, bahkan memunculkan spekulasi India bisa terdorong mempererat kedekatan dengan Tiongkok sebagai sekutu non-Barat.
Trump sebelumnya telah menaikkan tarif terhadap berbagai negara maupun pesaing sejak kembali ke Gedung Putih awal tahun ini. Tarif 50% terhadap India dinilai sebagai salah satu yang paling tinggi di antara mitra dagang AS.
Namun, kebijakan tersebut masih memberikan pengecualian untuk sejumlah sektor strategis yang kemungkinan akan dikenai bea tambahan secara terpisah seperti farmasi, semikonduktor, dan ponsel pintar.
Adapun produk baja, aluminium, dan otomotif yang selama ini sudah menjadi sasaran tarif khusus juga tidak termasuk dalam cakupan tarif umum kali ini.
Menurut data 2024, Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor terbesar India dengan nilai pengiriman mencapai US$87,3 miliar. Akan tetapi, kalangan analis menilai bea masuk setinggi ini hampir setara dengan embargo dagang dan berpotensi memukul keras perusahaan kecil.
Eksportir tekstil, perhiasan, dan produk perikanan sudah melaporkan pembatalan pesanan dari pembeli di AS, serta mulai kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Bangladesh dan Vietnam. Kondisi itu dikhawatirkan akan memicu gelombang pemutusan kerja.
New Delhi dengan tegas mengecam kebijakan Washington tersebut. Pemerintah India menyebut tarif baru sebagai tidak adil, tidak beralasan, dan tidak masuk akal.
PM India Narendra Modi menegaskan akan melindungi kepentingan nasional sekaligus berjanji menurunkan beban pajak masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri India menjelaskan impor minyak Rusia dilakukan karena pasokan tradisional banyak dialihkan ke Eropa sejak invasi Moskow ke Ukraina. India menilai langkah itu semula justru didorong oleh Washington demi menjaga kestabilan pasar energi global.
Pada 2024, hampir 36% impor minyak mentah India berasal dari Rusia. Kebijakan itu membantu India menghemat miliaran dolar biaya impor dan menahan harga bahan bakar di dalam negeri tetap stabil.
Meski begitu, pemerintahan Trump tetap berpegang pada rencana tarif tersebut menjelang tenggat pemberlakuan.
“India tampaknya tidak mau mengakui perannya dalam pertumpahan darah. Negara itu justru semakin dekat dengan Xi Jinping (Presiden Tiongkok),” kata penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro.
Wendy Cutler, Wakil Presiden Senior Asia Society Policy Institute sekaligus mantan pejabat perdagangan AS, menilai langkah Trump berpotensi merusak momentum positif yang sempat terbangun.
“Salah satu perkembangan paling mengkhawatirkan dari kebijakan tarif Trump adalah bagaimana India berubah dari kandidat menjanjikan untuk perjanjian dagang awal menjadi negara yang menghadapi salah satu tarif tertinggi yang pernah diberlakukan AS terhadap mitra dagangnya,” katanya.
Cutler menambahkan, India selama ini memang dikenal sulit dalam urusan perdagangan, tetapi belakangan telah menunjukkan upaya reformasi dan keterbukaan.
“Tarif tinggi ini dengan cepat mengikis rasa saling percaya antara kedua negara, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk membangunnya kembali,” ujarnya.
Trump menggunakan instrumen tarif bukan hanya untuk menekan praktik dagang yang dianggap tidak adil tetapi juga dinilai sebagai cara menyeimbangkan neraca perdagangan. Pada awal Agustus lalu, bea masuk tinggi mulai berlaku terhadap puluhan negara mulai dari Uni Eropa hingga Indonesia.
Selain India, Brasil juga menjadi target, dengan produk-produknya dikenai tarif hingga 50% meski tetap diberikan sejumlah pengecualian. (AFP/I-3)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Meski secara teknis lapangan tidak jauh berbeda dengan turnamen lain, ia berharap kondisi lingkungan pertandingan lebih optimal saat laga dimulai.
Kamera utama Oppo seri ini memiliki resolusi 200MP, yang diyakini dapat menghasilkan foto dengan detail tinggi dalam berbagai kondisi pencahayaan.
KELOMPOK ekstremis Hindu dilaporkan berupaya menghalangi perayaan Natal di India. Para pakar dan pemantau hak asasi manusia memperingatkan lonjakan tajam serangan.
TIONGKOK memulai pembangunan bendungan raksasa di Sungai Yarlung Zangbo, Tibet, hingga membuat khawatir sejumlah negara seperti Bangladesh dan India.
Tim dokter spesialis gajah dari India telah melakukan diagnosis awal, mempelajari kondisi kesehatan serta kesejahteraan gajah.
Donald Trump menegaskan bahwa posisi Greenland sangat krusial untuk melindungi AS dari potensi serangan Rusia atau Tiongkok.
Donald Trump pada Senin (12/1) mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25% terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Pemprov DKI Jakarta berencana menempuh jalur penambahan melalui APBD Perubahan yang akan dibahas pada pertengahan tahun mendatang.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
Imbauan juga ditujukan kepada penyedia jasa angkutan udara, darat, dan laut agar mengacu pada harga yang wajar.
Penyesuaian TBA dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri penerbangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved