Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Vietnam memangkas sekitar 80.000 posisi pegawai negeri dalam merampingkan birokrasi dan mendorong efisiensi ekonomi. Langkah itu menjadi bagian dari target Hanoi untuk menghapuskan 100.000 jabatan dalam struktur negara demi mengurangi pengeluaran dan mempercepat pertumbuhan menuju status negara berpendapatan menengah pada 2030.
Kebijakan yang diumumkan pada awal pekan ini menyebabkan sejumlah besar jabatan administratif di berbagai provinsi dan kota digabungkan. Meski dinilai perlu secara ekonomi, respons para mantan pejabat partai komunis yang terdampak pun beragam.
“Saya menganggur tapi bahagia,” ujar Nguyen Van Cuong.
Pria berusia 56 tahun itu merupakan mantan pejabat Partai Komunis yang bertugas di Provinsi Bac Giang. Wilayah tersebut kini telah digabung dengan administrasi provinsi tetangga.
Menurut Cuong, dirinya sebenarnya masih bisa tetap menjabat, bahkan berpeluang naik pangkat, namun memilih menerima pesangon sebesar US$75.000 untuk enam tahun tersisa masa kerjanya setelah tiga dekade mengabdi di pemerintahan.
“Sudah waktunya melepaskan diri dari kompleksitas dunia politik pemerintahan,” ungkapnya kepada AFP.
Pemerintah menyatakan, para pegawai yang terdampak akan diberi dua opsi yaitu diberhentikan atau pensiun dini.
Langkah perampingan ini berada di bawah arahan pemimpin tertinggi Partai Komunis, To Lam, dan mencerminkan kebijakan penghematan drastis seperti yang dilakukan Presiden AS Donald Trump maupun Presiden Argentina Javier Milei dalam menekan belanja negara.
Vietnam, yang dikenal sebagai pusat manufaktur global, mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,1% tahun lalu. Pemerintah menargetkan pertumbuhan mencapai 8% pada tahun ini.
Namun, ambisi tersebut dihadapkan pada tantangan eksternal, terutama dari hubungan dagang dengan Amerika Serikat.
Presiden Trump sempat mengancam tarif 46% atas produk Vietnam sebelum akhirnya menetapkan bea masuk sebesar 20% dalam kesepakatan yang diumumkan. (H-4)
Piala ASEAN 2026 diselenggarakan pada Juli sampai Agustus tahun ini dan tidak termasuk dalam FIFA match day.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
Hasil undian Piala ASEAN 2026 menempatkan Timnas Indonesia di Grup A bersama juara bertahan Vietnam.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Netflix resmi menarik drama populer 'Shine on Me' dari platformnya di Vietnam. Keputusan ini diambil setelah protes Hanoi terkait peta "sembilan garis putus-putus".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved