Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketegangan politik di Amerika Serikat kembali memanas usai Donald Trump secara terbuka menghina Zohran Mamdani, calon wali kota New York dari Partai Demokrat. Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut Mamdani sebagai “100% komunis gila.” Ungkapan itu langsung memicu perhatian media internasional. Tapi apa sebenarnya alasan kebencian Trump terhadap sosok progresif ini?
Berikut adalah 5 alasan utama mengapa Donald Trump tidak suka dengan Zohran Mamdani.
Zohran Mamdani dikenal sebagai anggota Partai Demokrat Sosialis Amerika (DSA) yang vokal mengusung kebijakan progresif:
Trump menyebut Mamdani sebagai "komunis gila 100%" dan memperingatkan bahwa ia bisa menghancurkan New York City jika menang.
Mamdani mendukung hak-hak Palestina dan menyatakan akan menangkap PM Israel Netanyahu jika datang ke NYC, merujuk surat perintah ICC. Trump yang pro-Israel murka dan menyebutnya berbahaya.
Beragama Islam dan lahir di Uganda dari orang tua India, Mamdani jadi sasaran serangan Islamofobia. Beberapa komentar ekstrem menyebutnya sebagai ancaman seperti "9/11 baru".
Mamdani mendapat dukungan dari tokoh-tokoh sayap kiri seperti Bernie Sanders dan AOC. Trump mengejek mereka dan menyebut para pendukung Mamdani sebagai "dungu ekstremis".
Jika terpilih, Mamdani berjanji akan menolak penggerebekan imigran oleh ICE di New York. Ia ingin menjadikan kota tersebut sebagai “kota suaka” yang aman bagi semua imigran.
Dari perbedaan ideologi hingga sikap politik luar negeri, kebencian Trump terhadap Zohran Mamdani mencerminkan perpecahan ideologis di AS. Jika Mamdani menang, ini bisa menjadi simbol perubahan progresif yang ditentang Trump. (Z-10)
Sumber:
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Militer AS kembali meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal terduga pengedar narkoba di Samudra Pasifik. Korban tewas dalam operasi ini mencapai 121 orang.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Analisis mendalam profil geng Tren de Aragua dan konflik hukum antara agen ICE dengan otoritas Portland terkait penegakan imigrasi federal di AS.
Paus Leo menyerukan refleksi mendalam atas perlakuan terhadap imigran di AS di bawah pemerintahan Donald Trump.
Zohran Mamdani, kandidat Wali Kota NYC, mengkritik keras kebijakan imigrasi Donald Trump yang dinilainya rasis dan inkonstitusional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved