Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk mengecam keras tindakan militer Israel di Jalur Gaza yang terus dilanda kekerasan, meski negara tersebut juga tengah terlibat dalam ketegangan regional dengan Iran.
Dalam pernyataannya pada Senin (16/6), Turk menyatakan bahwa sarana dan metode perang Israel menimbulkan penderitaan yang mengerikan dan tidak masuk akal bagi warga Palestina di Gaza.
Menurut data pejabat kesehatan setempat, lebih dari 55.362 warga Palestina telah tewas dalam serangan yang berlangsung selama lebih dari 19 bulan, termasuk ribuan anak-anak.
Pernyataan tersebut disampaikan saat laporan medis menyebutkan bahwa sedikitnya 20 warga Palestina tewas pada hari yang sama.
Dari jumlah tersebut, 15 orang di antaranya merupakan pencari bantuan yang menjadi korban serangan di dekat pusat distribusi milik Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) di Rafah, organisasi kontroversial karena mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel.
Selain itu, tiga pencari bantuan juga dilaporkan tewas di wilayah Gaza utara, sementara dua lainnya meninggal dalam serangan di Kota Gaza.
"Israel telah menjadikan makanan sebagai senjata dan memblokir bantuan yang menyelamatkan nyawa," kata Turk dalam laporan tahunannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia ke-59 di Jenewa seperti dilansir Al Jazeera, Senin (16/6).
"Saya mendesak penyelidikan segera dan tidak memihak terhadap serangan mematikan terhadap warga sipil yang putus asa agar dilakukan di pusat distribusi makanan," sebutnya.
Turk juga mengecam keras retorika sejumlah pejabat tinggi Israel yang dinilainya mengganggu dan merendahkan martabat manusia, serta mengingatkan bahwa hal tersebut mengingatkan pada kejahatan yang paling serius.
GHF mulai menyalurkan bantuan di Gaza pada akhir Mei setelah Israel mencabut blokade total terhadap distribusi makanan, obat-obatan dan barang-barang penting lainnya yang telah berlangsung hampir tiga bulan. Kebijakan pembatasan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan krisis kelaparan massal.
Namun, sejumlah lembaga PBB dan organisasi kemanusiaan menolak bekerja sama dengan GHF menyuarakan kekhawatiran bahwa lembaga tersebut lebih mengutamakan kepentingan militer Israel ketimbang kebutuhan kemanusiaan.
Beberapa insiden kekerasan di pusat distribusi bantuan, terutama di wilayah Rafah dan Koridor Netzarim, telah memaksa operasi GHF dihentikan sementara.
Kementerian Kesehatan di Gaza menyebutkan bahwa sejak GHF beroperasi, sedikitnya 274 orang telah tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka di sekitar lokasi distribusi bantuan.
Reporter Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, yang melaporkan langsung dari Deir el-Balah, Gaza tengah mengatakan bahwa sistem distribusi saat ini justru menciptakan kekacauan dan keputusasaan di kalangan warga.
"Banyak warga Palestina yang kelaparan kehabisan pilihan, terpaksa memilih antara tinggal di rumah mereka dan kelaparan, atau mempertaruhkan nyawa mereka untuk mendapatkan sekantong tepung," jelas Azzoum.
Dalam kesempatan yang sama, Volker Turk juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang telah menelan ratusan korban jiwa, termasuk banyak warga sipil. Dia menyerukan kepada kedua negara untuk segera menempuh jalur diplomasi.
"Eskalasi militer antara Israel dan Iran sangat mengkhawatirkan," ujar Turk. Ia menegaskan pentingnya negosiasi diplomatik yang mendesak untuk mengakhiri serangan-serangan ini dan menemukan jalan ke depan.
Turk menekankan bahwa seluruh pihak harus menghormati hukum internasional, khususnya dalam memastikan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah padat penduduk. (I-2)
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres menyesalkan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pimpinan tertingi Iran Ali Khamenei. membuat negosiasi nuklir sia-sia
Melania Trump akan mencetak sejarah sebagai Ibu Negara AS pertama yang memimpin sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Maret 2026.
Kehadiran Melania Trump di kursi pimpinan merupakan bagian dari hak AS yang tengah memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB menyatakan harapan adanya deeskalasi menjelang putaran perundingan nuklir lanjutan antara Amerika Serikat - Iran di Jenewa, Swis.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Tentara Iran menembak jatuh 10 drone canggih, total 22.
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan ke Teheran. Media Iran belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.
Serangan AS-Israel ke Iran memicu ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur vital perdagangan energi dunia ini mengalirkan 20 juta barel minyak per hari.
Iran menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan aksi terorisme dan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved