Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan hubungan pribadinya dengan CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk tampaknya telah berakhir menyusul pertikaian mereka di publik. Trump merasa Elon tidak menghormati presiden.
"Saya memberinya banyak kelonggaran, jauh sebelum ini terjadi, saya memberinya kelonggaran dalam pemerintahan pertama saya dan menyelamatkan hidupnya dalam pemerintahan pertama saya," jelas Trump.
Perselisihan ini dipicu oleh penolakan Musk terhadap RUU belanja besar-besaran yang disahkan DPR bulan lalu dan saat ini sedang dibahas di Senat.
Dalam beberapa unggahan di platform X, Musk secara terbuka mengecam isi RUU tersebut dan dampaknya terhadap anggaran federal.
Ia menyebut RUU tersebut sebagai kekejian yang menjijikkan yang menurutnya akan menyebabkan ledakan defisit anggaran.
Dalam unggahan lain, Musk menulis, Pada bulan November tahun depan, kami memecat semua politisi yang mengkhianati rakyat Amerika.
Pernyataan-pernyataan tersebut memicu ketegangan dengan Trump, yang merupakan pendukung utama paket anggaran tersebut.
Trump memperingatkan bahwa Elon Musk bisa menghadapi konsekuensi serius apabila memberikan dukungan kepada kandidat dari Partai Demokrat yang menentang anggota Partai Republik pendukung RUU yang besar dan indah.
"Jika ia melakukannya, ia harus menanggung konsekuensinya," kata Trump dalam wawancara via telepon bersama Kristen Welker dari NBC News, Sabtu (8/6).
"Ia harus membayar konsekuensi yang sangat serius jika ia melakukan itu," tambah Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk konsekuensi tersebut.
Ketika ditanya apakah ia ingin memperbaiki hubungan tersebut, ia menjawab, "Saya tidak berniat berbicara dengannya,".
"Saya kira begitu," saat ditanya apakah hubungan mereka sudah berakhir.
Presiden juga menuduh Elon Musk telah bertindak tidak hormat terhadap lembaga kepresidenan.
"Ia tidak menghormati jabatan presiden," katanya.
Komentar tersebut menjadi salah satu pernyataan paling terbuka dari Trump terkait ketegangan dengan Musk dan menunjukkan bahwa ia tidak berminat untuk melakukan rekonsiliasi.
Trump Yakin RUU Lolos
Meski mendapat kritik dari Musk, Trump tetap percaya bahwa RUU anggaran tersebut akan mendapatkan persetujuan Senat pada 4 Juli.
Dia menegaskan bahwa dukungan internal Partai Republik saat ini berada pada titik yang sangat kuat.
"Jika Anda melihat Partai Republik, kami tidak pernah lebih bersatu," kata Trump kepada NBC News.
Dia juga menekankan keyakinannya terhadap substansi RUU tersebut.
"RUU tersebut fantastis," pungkasnya. (H-4)
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) terancam tutup akibat kegagalan negosiasi imigrasi. Simak poin-poin tuntutan Demokrat dan sikap keras Gedung Putih.
Presiden Donald Trump resmi membatalkan "endangerment finding" 2009, kebijakan kunci era Obama yang membatasi gas rumah kaca. Simak dampak ekonomi dan pro-kontra medisnya di sini.
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Demokrat tuding Jaksa Agung Pam Bondi tutupi berkas Jeffrey Epstein dan jadikan DOJ alat balas dendam Trump.
DPR AS melakukan pemungutan suara untuk mencabut tarif impor produk Kanada yang diterapkan Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Ayah sang miliarder, Errol Musk, menyebut bahwa perseteruan antara Elon Musk dan Donald Trump hanya dipicu oleh tekanan psikologis dan kelelahan kedua tokoh tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved